Rabu, 22 April 2026

Curhat Pedagang Santan di Batam saat Harga Kelapa Meroket, Penjualan Jadi Merosot

Harga santan kelapa di sejumlah pasar basah di Batam, terus meroket. Kenaikan harga ini juga dikeluhkan pedagang santan yang susah dapatkan kelapa

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
CURHAT PEDAGANG SANTAN- Kios santan di Pasar Mitra Raya Batam, tempat Jumri bekerja. Pedagang santan di Batam curhat harga kelapa kini mahal, penjualan kelapa pun berkurang. Di sisi lain, stok kelapa juga berkurang 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Harga santan kelapa di sejumlah pasar basah di Batam, terus meroket. Kenaikan harga bahkan mencapai 100 persen. 

Saat ini, harga santan terpantau di kisaran Rp46 ribu per kg. Harga itu jauh lebih mahal jika dibanding harga normalnya Rp28-30 ribu per kg.

Begitu juga harga santan campuran, yang semula belasan ribu kini sudah Rp30 ribu. 

"Sudah hampir dua bulan ini kelapa lagi susah. Harga terus naik, sekarang kami jual yang murni Rp46 ribu, kalau campuran Rp30 ribu," ujar pedagang di Pasar Mitra Raya, Jumri, Selasa (4/3/2025). 

Baca juga: Harga Santan Murni di Batam Tembus Rp46 Ribu per Kg, Disperindag Lagi Cari Solusinya

Pagi itu, Jumri tampak sibuk. Ia terus melayani pembeli satu persatu yang membeli santan di kiosnya. 

Para pembeli santan tampak mengurangi jumlah belanja santan. Biasanya beli setengah kilogram, dikurangi jadi seperempat. Bahkan, paling laku santan campuran, mengingat harganya lebih terjangkau. 

Jumri mengatakan, stok kelapa miliknya terus menipis. Untuk memperoleh pasokan kelapa pun mulai terhambat.

Sebab, banyak petani kelapa di wilayah Batam yang lebih memilih menjual kelapa ke luar negeri. 

"Harga terus naik, kelapa dari Rp7.000 per butir, sekarang hampir Rp15.000. Sekarang juga susah dapat," ungkapnya.

Jumri mengaku hasil penjualan kelapa belakangan ini jauh mengalami penurunan.

"Biasanya kalau momen hari besar begini, penjualan dalam sehari itu bisa mencapai 900 sampai 1 ton. Tapi sekarang, paling 300 sampai 400 kg," bebernya. 

Dari kenaikan harga santan, salah satu pedagang daging di Pasar Mitra Raya, Ian mengaku terdampak. Penjualan daging menurun. 

Baca juga: Harga Kelapa Meroket, Penjual Santan di Natuna Tak Lagi Jual Santan Murni: Campur Air

"Kami terdampak juga, sebab orang beli santan itu sudah pasti untuk gulai, untuk masak daging juga. Karena harga santan mahal, beli dagingnya pun dikurangi," ucap Ian. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved