Minggu, 3 Mei 2026

Dadang Kabid Dishub Bogor yang Diduga Sunat Uang Kompensasi Sopir Angkot Menangis

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi rekam momen Kabid Lalu lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih menangis

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
Instagram @dedimulyadi71
PEJABAT DISHUB BOGOR NANGIS - Kabid Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menangis setelah dirinya tersandung kasus dugaan pemotongan uang kompensasi sopir angkutan umum. (Tangkapan layar Instagram Dedi Mulyadi). 

BOGOR, TRIBUNBATAM.id - Dadang Kosasih, pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menangis, setelah terseret dalam kasus dugaan penyunatan uang kompensasi sopir angkot di jalur puncak.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merekam momen Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor itu menangis lewat Instagram pribadinya pada Minggu (6/4/2025).

Dalam video tersebut, Dadang Kosasih masih menggunakan seragam dinasnya.

Ia nampak mengusap air mata di wajahnya beberapa kali dengan napas terisak.

Baca juga: Berani-beraninya Sunat Uang Bantuan untuk Sopir Angkot Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Preman Berseragam

"Pokoknya layani masyarakat. Ternyata jawabannya, Allah kasih jawaban melalui Pak Gubernur," ujar Dadang sambil menangis.

Ia pun siap dengan konsekuensinya.

"Apapun itu, harus siap," ujar seorang pria di dekat Dadang.

Sebagai informasi, Dishub Bogor ikut terseret dalam kasus ini, setelah salah seorang sopir angkot yang menjadi korban penyunatan, Emen, menyebut instansi tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun dibuat geram dengan kejadian ini.

Tujuan awal Dedi Mulyadi memberikan uang bantuan ke sopir angkot, agar mereka bisa beristirahat saat momen lebaran.

Tak tahunya, uang bantuan untuk sopir angkot Puncak Bogor itu malah disunat Rp200 ribu.

Seharusnya, para sopir angkot menerima kompensasi sebesar Rp1,5 juta. Terdiri dari uang tunai Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu.

Kendati demikian, para sopir angkot menyetorkan uang Rp200.000 per orang kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dugaan penyunatan uang kompensasi itu pun mencuri perhatian Gubernur Jabar yang menginisiasi program tersebut.

Dadang Kosasih Tegaskan Tak Terlibat

Sebelumnya, Dadang Kosasih juga telah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan penyunatan uang kompensasi sopir angkot di Jalur Puncak tersebut.

Dadang Kosasih mengatakan, uang tersebut awalnya diberikan secara sukarela oleh para sopir kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU).

Dadang menyebut sopir angkot tidak pernah dipaksa menyerahkan uang tersebut.

"Tadinya sopir memberikan seikhlasnya ke KKSU, tetapi kemudian berkembang, ada pemotongan Rp 200.000," ujar Dadang di Pos Dishub Gadog, Puncak Bogor, Jumat (4/4/2025), dikutip dari Kompas.com.

Ia mengungkapkan bahwa simpang siur informasi yang menyebut adanya keterlibatan Dishub atau Organda dalam pemotongan dana kompensasi tidak benar.

Menurutnya, munculnya isu itu disebabkan oleh miskomunikasi antara berbagai pihak yang terlibat.

"Terkait informasi yang di luar yang simpang siur, dalam artian dari mulai Organda, Dishub, dengan KKSU, dan pemilik kendaraan, kita sudah sepakat bahwa yang tersampaikan kemarin ke Gubernur itu sama sekali tidak benar. Hal ini karena miskomunikasi," jelasnya.

Dishub juga memastikan bahwa persoalan tersebut telah dituntaskan.

Total dana sebesar Rp 11,2 juta yang sempat dikumpulkan dari para sopir telah dikembalikan sepenuhnya.

"Sekarang hari ini kita sudah saksikan semua bahwa yang potongan Rp200.000, Rp100.000, dan Rp50.000, yang jumlahnya Rp 11,2 juta sudah diserahkan kembali ke sopir," ungkap dia.

"Ini murni dari KKSU langsung. Yang kemarin ada pungutan itu, ternyata itu keikhlasan dari sopir," kata Dadang. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tangis Dadang, Kabid Dishub Bogor yang Diduga Sunat Uang Kompensasi Angkot, Kembalikan Rp11, 2 Juta

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved