DEMO DRIVER ONLINE DI BATAM
Analisa Akademisi Soal Aksi Driver Online Batam Hari: Pemko dan Pemprov Tak Bisa Lagi Diam
Akademisi Batam Rikson Tampubolon sebut status “mitra” yang diberikan perusahaan aplikasi hanyalah ilusi yang menutupi fakta eksploitatif di lapangan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksi demonstrasi ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang terjadi serentak di berbagai kota, termasuk Batam, dinilai sebagai peringatan keras bagi negara, terutama pemerintah daerah, untuk segera bertindak melindungi pekerja digital.
Akademisi IIBN Batam dan analis Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon mengatakan, saat ini para pengemudi ojol berada dalam posisi kerja yang rentan dan termarjinalkan dalam sistem ekonomi digital.
"Pemko Batam dan Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) tak bisa lagi diam. Ketika ribuan pengemudi yang menopang layanan transportasi kota dibiarkan tanpa jaminan sosial, tanpa perlindungan kerja, dan tanpa ruang negosiasi kolektif, maka kehadiran negara di tingkat lokal patut dipertanyakan," ujar Rikson dalam pernyataan resminya yang diterima Tribunbatam.id, Selasa (20/5/2025).
Ia menyebut status “mitra” yang diberikan perusahaan aplikasi hanyalah ilusi yang menutupi fakta eksploitatif di lapangan.
Baca juga: Off Bid Hari Ini, Driver Ojol Batam Tunjukkan Bukti Nol Orderan di Tengah Aksi Damai
"Mereka bekerja penuh waktu, tunduk pada sistem algoritma, menanggung seluruh beban operasional, dan hanya membawa pulang penghasilan bersih sekitar Rp2 juta per bulan. Itu jelas tidak cukup untuk hidup layak di kota industri seperti Batam," ujarnya.
Mengutip laporan International Labour Organization (ILO) tahun 2021, Rikson menyoroti pekerja digital seperti ojol merupakan kelompok paling rentan dalam dunia kerja saat ini.
Mereka belum diakui sebagai pekerja formal, tak memiliki jaminan sosial, dan tidak memiliki kekuatan tawar dalam negosiasi dengan perusahaan platform.
Rikson mendesak agar pemerintah daerah mengambil langkah konkret, antara lain dengan:
1. Mendorong regulasi daerah yang mengatur standar minimum kerja dan perlindungan sosial bagi driver ojol;
2. Menyediakan subsidi lokal untuk BBM atau akses kendaraan listrik;
3. Membuka ruang mediasi dan forum tripartit antara pemerintah, driver, dan perusahaan aplikasi;
4. Mendukung pembentukan serikat buruh digital lokal yang kuat dan inklusif
Baca juga: Aksi Damai Off Bid Hari Ini, Driver Online Batam Komitmen Tak Ada Sweeping
"Kini saatnya negara berhenti menjadi penonton, dan mulai menjadi pelindung. Driver ojol bukan hanya tulang punggung layanan transportasi, mereka simbol dari kerja keras yang tak terlihat tapi vital bagi kota ini," ujar Rikson.
Ia menutup dengan mengutip pesan Paus Fransiskus sebagai refleksi moral bagi semua pemangku kebijakan.
"Dunia kerja tidak boleh menjadi laboratorium kekejaman teknologi. Pekerjaan harus tetap menjadi ruang martabat," katanya mengutip pesan Paus Fransiskus. (*)
Driver online Batam
Rikson Tampubolon
Batam
Akademisi
breaking news batam hari ini
TribunBreakingNews
| Curhat Pengguna Jasa Dampak Aksi Driver Online Batam: Tak Bisa Dapat Gojek Dari Tadi |
|
|---|
| Seruan Offbid Hari Ini Diwarnai Aksi Driver Online Batam Sweeping Ojol Layani Orderan |
|
|---|
| Meski Diguyur Hujan, Semangat Driver Online di Batam Tak Surut Gelar Aksi Damai |
|
|---|
| Aksi Damai Off Bid Hari Ini, Driver Online Batam Komitmen Tak Ada Sweeping |
|
|---|
| Off Bid Hari Ini, Driver Ojol Batam Tunjukkan Bukti Nol Orderan di Tengah Aksi Damai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07052025Rikson-Tampubolon.jpg)