PEMBUNUHAN DI PALEMBANG

Balas Dendam Keluarga, Dulu Ayah Tewas di Tikam Kini Anak Alami Nasib yang Sama, Pelaku Pecatan TNI

Seorang pria bernama Angga Saputra (34) tewas bersimbah darah setelah duel maut melawan BD, pria yang disebut sebagai pecatan TNI, dalam pertarungan y

Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Istimewa
PEMBUNUHAN - Kasus Pembunuhan yang dialami seorang anak di Palembang. 

TRIBUNBATAM.id, PALEMBANG – Tragedi berdarah terjadi di Lorong Cek Latah, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa malam (1/7/2025).

Seorang pria bernama Angga Saputra (34) tewas bersimbah darah setelah duel maut melawan BD, pria yang disebut sebagai pecatan TNI, dalam pertarungan yang diduga dipicu dendam keluarga lama.

Angga ditemukan dengan luka tusuk di dada, punggung, hingga bawah lengan, dan nyawanya tak tertolong saat dibawa ke Klinik Opina.

Duel ini diduga merupakan klimaks dari dendam mendalam yang telah mengakar selama lebih dari dua dekade.

“Dulu suami saya, ayahnya Angga, dikeroyok hingga meninggal oleh keluarga pelaku. Itu tahun 2001,” ujar Noni (53), ibu korban, saat ditemui di rumah duka, Rabu (2/7/2025).

Noni mengaku sempat mengira masalah tersebut telah selesai secara kekeluargaan. Ia tak menyangka anak sulungnya ternyata menyimpan bara dendam yang belum padam.

“Dulu masalah diselesaikan mertua saya. Saya enggak tahu persis kejadiannya. Tapi rupanya Angga belum bisa terima. Sebelum kejadian sempat bilang mau main ke Tangga Buntung,” kata Noni lirih.

Tak lama setelah berpamitan ke rumah neneknya, Angga dikabarkan terluka parah akibat duel. Pukul 18.20 WIB, Noni menerima kabar mengejutkan dari keponakannya bahwa Angga berada di klinik dalam kondisi kritis.

Saat tiba, nyawa putra sulungnya telah melayang.

“Sesampai di klinik, anak saya sudah meninggal. Saya enggak bisa berkata-kata. Sekarang saya kehilangan suami dan anak pertama saya,” ucapnya pilu.

Pelaku Masih Diburu, Polisi Selidiki Status TNI

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan bahwa penyebab duel mengarah pada dendam lama antara korban dan pelaku BD.

“Motif sementara karena dendam masa lalu. Korban meninggal dunia setelah duel dengan BD,” jelasnya.
BD, yang disebut oleh warga sebagai pecatan TNI, kini dalam pengejaran polisi. Namun status resminya masih diselidiki lebih lanjut.

“Apakah benar pecatan TNI atau bukan, masih kita dalami. Yang jelas, dia buron dan sedang kita kejar,” tegas Andrie.

Dari informasi warga sekitar, pertikaian antara Angga dan BD berlangsung cepat dan brutal. Duel itu bukan sekadar adu fisik, tapi seperti mewakili luka lama yang tak kunjung sembuh.

Korban dikebumikan di TPU Kandang Kawat Bukit Lama pada Rabu siang pukul 14.00 WIB.

Sementara pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal.

“Saya harap cepat ditangkap. Saya tahu pelakunya siapa,” tegas Noni.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved