Jumat, 8 Mei 2026

Diresmikan Adik Prabowo, Pabrik Solder STANIA di Batam Mulai Beroperasi Hari Ini

PT STANIA resmi beroperasi di Batam Kamis (10/7) ini. Peresmian dilakukan Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Ian Sitanggang
RESMIKAN PERUSAHAAN - Komisaris Utama PT Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo bersama pejabat di Polda Kepri saat menekan tombol tanda peresmian PT Solar TIN Andalan Indonesia (STANIA), tepatnya di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (10/7/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Industri manufaktur di Batam kembali menunjukkan geliat positif dengan hadirnya perusahaan baru.

PT Solder TIN Andalan Indonesia (STANIA) resmi memulai operasionalnya di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (10/7/2025).

Peresmian ini ditandai dengan seremoni simbolis penekanan tombol oleh Komisaris Utama PT Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan tokoh nasional dan pengusaha terkemuka. 

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku industri ini, Hasim menyampaikan optimisme besar kontribusi PT Solder TIN Andalan Indonesia terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Pada tahap awal, PT Solder TIN Andalan Indonesia akan menyerap 80 tenaga kerja untuk mengoperasikan satu lini produksi. 


Namun, perusahaan sudah menyiapkan rencana ekspansi cepat dengan mendatangkan satu mesin tambahan dalam waktu dekat.

Jika semua berjalan lancar, jumlah pekerja diperkirakan meningkat menjadi 200 orang hanya dalam tahap pertama.

“Mesin pertama sudah siap dan akan dioperasikan oleh 80 pekerja. Nanti akan datang satu mesin lagi, jadi total dua lini, masing-masing 80 pekerja. Ditambah staf dan bagian pendukung, maka bisa menyerap sekitar 200 pekerja,” kata Hashim yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto ini.

PT Solder TIN Andalan Indonesia akan memproduksi solder berbahan dasar timah murni, yang merupakan komponen penting dalam industri elektronik dan otomotif. 

Untuk tahap awal, hasil produksi akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Namun, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk segera merambah pasar ekspor, seiring peningkatan kapasitas produksi dan permintaan global.

“Kami optimis produk solder dari PT Solder TIN Andalan Indonesia dapat bersaing, baik dari segi kualitas maupun harga. Indonesia adalah negara penghasil timah, ini menjadi kekuatan utama kami,” kata Hashim.

Salah satu keunggulan kompetitif perusahaan ini terletak pada ketersediaan bahan baku yang stabil. 

Timah murni sebagai komponen utama produksi akan disuplai langsung oleh PT Arsari Tambang, perusahaan pertambangan yang juga berada di bawah naungan Grup Arsari.

“Dengan dukungan bahan baku dari Arsari Tambang, kami yakin proses produksi akan lebih efisien dan kualitas produk bisa lebih terjaga,” tambah Hashim.

Selain aspek industri, Hasim juga menekankan bahwa perusahaannya akan mengedepankan prinsip ramah lingkungan, efisiensi energi, dan kesejahteraan karyawan. 

Dalam waktu dekat, PT Solder TIN Andalan Indonesia akan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan tenaga lokal.

“Kami ingin memberi kontribusi nyata kepada masyarakat Batam, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga peningkatan kompetensi SDM lokal,” katanya.

Pemerintah daerah dan pelaku industri Batam menyambut baik kehadiran PT Solder TIN Andalan Indonesia. 

Kawasan Kabil memang dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis di Batam, khususnya di sektor logistik, manufaktur, dan ekspor.

Dengan hadirnya perusahaan baru ini, diharapkan akan menambah semangat kebangkitan industri lokal, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi lulusan SMK, politeknik, dan universitas di Kepri.

Produksi 2.000 Ton Solder Bar per Tahun

Sebelumnya diberitakan, PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan dari Arsari Tambang, meresmikan pabrik solder pertamanya yang berlokasi di kawasan industri Tunas Prima Industrial Estate, Kamis (10/7/2025). 

Pabrik ini tak hanya menjadi pionir produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara, tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor berbasis mineral.

Pabrik STANIA dibangun di atas lahan seluas 6.500 meter persegi dengan kapasitas awal produksi hingga 2.000 ton solder bar per tahun. 

Dalam jangka panjang, kapasitas ini akan ditingkatkan hingga 16.000 ton per tahun, mencakup produk solder wire, powder, dan paste.

Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, proyek ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan industri manufaktur nasional yang berbasis mineral dan berorientasi ekspor.

Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim S Djojohadikusumo menyebut, pembangunan pabrik ini merupakan wujud nyata kontribusi pihak swasta dalam mendukung visi hilirisasi Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah awal dari perjalanan panjang kami dalam membangun industri pertambangan yang ramah lingkungan, modern, dan bertanggung jawab secara sosial,” tegas Hashim.

STANIA menjadi pabrik solder pertama di Indonesia yang menggunakan energi bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) milik PLN yang telah tersertifikasi Renewable Energy Certificate (REC). 
(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved