Batam Terkini
Petugas Lapas Barelang Lakukan Razia Mendadak, Warga Binaan Panik, Ditemuka Sabu dan Handphone
petugas menemukan satu paket kecil sabu yang disembunyikan secara rapi serta satu unit handphone dan dua benda narkoba.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id, Batam – Di balik dinding kokoh dan jeruji besi, Lapas Kelas IIA Batam, mendadak berubah tegang, Jumat (10/7).
Lorong-lorong panjang yang biasa sepi mendadak gegap gempita oleh langkah cepat petugas yang menyisir tiap sudut ruang hunian warga binaan.
Dari balik pintu-pintu sel, para napi terdiam, sebagian waspada, sebagian pasrah.
Gedung Lapas yang menjulang kokoh di pinggiran kota Batam itu malam itu seolah menjadi arena operasi senyap.
Ditemani cahaya temaram lampu lorong, petugas memeriksa ranjang-ranjang besi, lemari kayu lapuk, hingga celah-celah ubin dan plafon. Tak ada yang luput.
Razia ini dipimpin langsung Kalapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, dan menggandeng tim dari Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kepri dan Polresta Barelang.
Target mereka jelas, memberantas habis barang terlarang yang mencemari fungsi lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan.
Hasilnya tak main-main. Dalam penggeledahan di beberapa blok yang telah dicurigai sebelumnya, petugas menemukan satu paket kecil sabu yang disembunyikan secara rapi serta satu unit handphone dan dua benda yang seharusnya tak pernah ada di balik tembok setinggi lima meter itu.
"Razia mendadak ini adalah komitmen kami menjadikan Lapas Batam bebas dari narkoba. Kami tak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” tegas Yugo dalam releasenya, Sabtu (12/7).
Dari hasil pemeriksaan, beberapa napi menyembunyikan barang terlarang narkoba di tumpukan baju.
Sebanyak enam warga binaan kini telah diamankan dan akan segera dilimpahkan ke Polresta Barelang untuk proses hukum lebih lanjut.
"Pelimpahan ini adalah sinergi kami dengan kepolisian. Lapas bukan tempat nyaman bagi pengedar narkoba. Siapa pun yang mencoba menyelundupkan, akan kami tindak tegas," ujar Yugo.
Dari lokasi terpisah, Kepala Binda Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat Lapas Batam.
Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Lapas Batam tak hanya menjadi tempat menahan, tetapi juga membina dan menjaga moral warga binaan.
"Kami dari Binda Kepri akan terus mendukung penuh langkah ini. Pemberantasan narkoba harus dimulai dari tempat yang seharusnya paling steril, seperti Lapas,” ujar Bonar. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
Mahasiswi Ungkap Beratnya Jadi Guru di Pulau, Ini Respons Wali Kota Batam |
![]() |
---|
Amsakar Jawab Tuntutan Mahasiswa, Ajak Sosialisasi Kesadaran Warga soal Sampah dan Banjir |
![]() |
---|
BEM SI Kepri Nilai Kebijakan Investasi Batam Jauh dari Kepentingan Rakyat |
![]() |
---|
Batam Jadi Tempat Penyelundupan Manusia, Sepanjang Tahun Polda Kepri Tangkap 84 Mafia TKI |
![]() |
---|
Bahas RKUHAP, DPR RI Kumpulkan Aparat Penegak Hukum di Kepri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.