BP Jamsostek Batam Nagoya
BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Percepat Layanan dan Perkuat Kanal Digital
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya tambah loket layanan dari 4 jadi 5 untuk layani banyaknya antrean warga yang datang ke BPJS
Penulis: Thomas Tonek Thomlimah Limahekin | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Sigit (47), duduk dengan sabar di barisan bangku paling depan dalam lobi Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Nagoya, Jalan Iman Bonjol, Gedung Graha Nagoya Mas Lantai 1, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (16/7/2025) pagi.
Di tangannya ada selembar kertas kecil bertuliskan angka 23. Itulah nomor urut antreannya untuk pelayanan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya pagi itu.
Sesekali dia menatap layar monitor yang menampilkan urutan terkini nomor antrean. Dia juga selalu menyendengkan telinga setiap kali ada suara dari customer service center yang memanggil pemilik nomor antrean.
“Nomor antrean pelayanan 21,” demikian suara yang keluar dari customer service center.
“Sekarang sudah sampai nomor 21. Tinggal satu lagi lalu saya,” ujar Sigit menimpali.
Sigit merupakan satu dari ratusan warga Batam yang datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya sejak subuh.
Mereka datang untuk berbagai kebutuhan, seperti klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), jaminan kematian, jaminan pensiun dan jaminan kehilangan pekerjaan.
“Saya mau urus aplikasi Jamsostek Mobile. Tidak bisa dibuka,” celetuk pria bertopi hitam ini.
Sejak pukul 06.00 WIB, Sigit sudah tiba di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya. Dia kemudian masuk antrean untuk mengambil nomor antrean.
Suara customer service center baru memanggil nomor urut Sigit sekitar pukul 10.00 WIB.
Pria asal Surabaya itu memaklumi mengapa nomor urut antreannya baru dipanggil setelah hampir empat jam menunggu.
Betapa tidak, selain dirinya, ada sekitar 100 lebih orang yang ikut mengantre bersama. Hampir semua mereka ingin mendapatkan nomor antre paling kecil.
“Tadi ambil nomor antrean agak lama karena banyak orang. Tapi setelah masuk ke sini, pelayanannya cepat kok,” kata warga Batam Centre ini.
Jawaban Sigit tersebut dipertegas lagi oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya, Suci Rahmad.
Ia menjelaskan, layanan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya dibuka pukul 08.00 WIB. Namun, warga sudah mengantre di depan kantor sejak Subuh.
“Mereka bisa datang lebih awal agar bisa mendapat nomor antre kecil. Namun, pelayanan tetap dibuka pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB,” ujar Suci di Ruang Pelayanan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya.
Selama ini Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya membuka 160 kuota layanan untuk masyarakat setiap hari.
Kuota tersebut dilayani empat loket customer service. Namun, setelah melihat tren permintaan pelayanan cukup tinggi belakangan, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya membuka satu lagi loket customer service.
Awalnya satu loket customer service melayani 40 pemohon, sehingga total sehari mencapai 160 permohonan.
Namun belakangan ini, jumlah loket customer service ditambah, disertai pula dengan penambahan jumlah kuota pemohon di setiap loket.
“Sebelumnya empat loket customer service melayani 160 pemohon sehari. Nah, sekarang kita tambahkan menjadi lima loket customer service (1 loket 50 orang), melayani 250 pemohon sehari,” ujar Suci.
Jumlah kuota permohonan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya jauh melebihi permohonan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sekupang, Jalan Gajah Mada, Ruko Tiban Impian Blok A1 Nomor 1-3, Tiban.
Suci menyebutkan, hanya ada dua loket customer service di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sekupang. Dua loket tersebut melayani sekitar 100 permohonan dalam sehari.
“Tapi banyak warga datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya. Karena banyak pekerja perusahaan tinggal di kawasan sekitar sini,” sebut Suci.
Demi meningkatkan pelayanan, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya melakukan beberapa terobosan lain, selain menambah jumlah loket customer service.
Pojok bantuan untuk pemohan yang kesulitan mengakses aplikasi Jamsostek Mobile pun dibuka di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya ini.
Pojok ini dikhususkan bagi para pemohon yang sudah memasukkan data-data permohonan secara online, tetapi tidak bisa mengkases aplikasi Jamsostek Mobile.
Para pemohon itu bisa mendatangi pojok Jamsostek Mobile dan meminta bantuan kepada petugas di sana.
“Petugas kami sudah standby di sana dan siap melayani para pemohon yang kesulitan mengakses aplikasi Jamsostek Mobile,” ungkap Suci.
Tidak hanya itu, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya juga akan membuka loket pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jalan Engku Putri, Gedung Sumatera Convention Center, Lantai 1 & 2 Mall Pelayanan Publik Kota Batam.
Kehadiran loket customer service ini akan memudahkan para pemohon yang tinggal di Batam Centre dan sekitarnya, serta mengurai kepadatan antrean di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya.
Dari data yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dan Batam Sekupang memiliki sekitar 77.000 peserta aktif.
Skema pelayanan ini dapat dilakukan melalui tatap muka langsung di kantong cabang dan akses layanan secara online.
“Kita tidak hanya melayani peserta yang datang ke kantor cabang, tetapi juga yang mengakses layanan online. Bahkan peserta yang akses layanan online itu mengantre sampai 5-10 baru kita layani,” ujar Suci.
Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dan Batam Sekupang telah membayarkan jumlah klaim sebanyak 48.947 kasus dengan nominal pembayaran mencapai Rp448,1 miliar.
Rincian pembayaran itu berupa Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 29.547 kasus dengan nominal pembayaran Rp 325 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 16.700 kasus dengan nominal pembayaran Rp98,81 miliar, jaminan kematian sebanyak 555 kasus dengan nominal pembayaran Rp12,3 miliar, jaminan pensiun sebanyak 409 kasus dengan nominal pembayaran Rp6,8 miliar dan jaminan pensiun sebanyak 1.736 kasus dengan nominal pembayaran Rp4,9 miliar.
“Selain itu BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan beasiswa kepada 538 anak ahli waris yang mengalami resiko (meninggal dunia) dengan nominal sebesar Rp1,9 miliar,” tegas Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya itu. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-BPJS-Ketenagakerjaan-Cabang-Nagoya-Suci-Rahmad.jpg)