Kamis, 9 April 2026

TRUK TERPEROSOK DI PELABUHAN RORO LINGGA

Dermaga MB Roro Jagoh di Lingga Segera Diperbaiki Usai Truk Semen Terperosok

Insiden truk bawa semen terperosok di Dermaga Moveable Bridge (MB) Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga jadi sorotan.

|
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
Istimewa untuk TribunBatam.id/Dok. Fandy
TRUK TERPEROSOK DI LINGGA - Truk bermuatan semen terprosok, akibat Dermaga Moveable Bridge (MB) Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, rusak, Minggu (27/7/2025). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Insiden truk bermuatan semen terperosok di Dermaga Moveable Bridge (MB) Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Minggu (27/7/2025) menjadi sorotan publik.

Hal ini lantaran, kerusakan Dermaga MB tersebut membuat beberapa bagian berlobang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalui Dinas Perhubungan (Dishub), sudah merencanakan perbaikannya.

Menurut Kepala Dishub Lingga, Hendry Efrizal, dengan adanya efisiensi anggaran, anggaran yang digelontorkan hanya kecil, yang hanya mampu memperbaiki beberapa bagian.

"Kita kirimkan dari Jakarta, karena sebelumnya lama hanya tunggu mobilisasi ke sini," ungkap Hendry, Selasa (29/7/2025).

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dishub Lingga, Neil Leo, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp190 juta untuk kegiatan pemeliharaan MB Roro Jagoh.

Ia menyebut, rencana ini telah masuk tahap kontrak sejak dua pekan lalu, yang tinggal proses pengadaan material.

“Materialnya masih dalam proses pembelian,” tuturnya Neil.

Neil mengungkapkan, beberapa material utama dalam perbaikan Dermaga MB ini, yakni grating galvanis.

Di mana barang tersebut, lanjutnya, harus dipesan dari Jakarta.

"Karena hanya di sana tersedia jenis dengan spesifikasi terbaik. Karena sistem galvanis celup, spek yang bagus hanya tersedia di Jakarta,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, meskipun durasi kontrak pengerjaan ditetapkan selama 75 hari, pihak kontraktor optimistis dapat menyelesaikan proyek dalam waktu tiga pekan.

Hal itu apabila material tiba tepat waktu dan cuaca mendukung.

Neil mengakui, anggaran yang terbatas membuat pengerjaan tidak bisa mencakup keseluruhan jembatan.

“Karena anggarannya kecil, hanya sekitar Rp190 juta, kemungkinan besar pengerjaan hanya bisa setengah dari keseluruhan MB,” tambahnya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved