Rabu, 22 April 2026

BERITA KRIMINAL

Viral di Medsos Dugaan Malpraktik di Puskesmas, Kepala Bayi Lepas Saat Persalinan

Proses persalinan seorang ibu berakhir tragis setelah kepala bayi terlepas dari tubuhnya. Peristiwa memilukan ini kini viral di media sosial

Editor: Eko Setiawan
ist
Putus Kepala Bayi Saat Persalinan di Puskesmas Diduga Malpraktik, Pihak Keluarga: Sekejam Itu Mereka 

TRIBUNBATAM.id - Kasus mengejutkan terjadi di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Proses persalinan seorang ibu berakhir tragis setelah kepala bayi terlepas dari tubuhnya. Peristiwa memilukan ini kini viral di media sosial dan memicu kemarahan keluarga serta masyarakat luas.

Peristiwa terjadi pada Senin (18/8/2025) lalu. Video yang diunggah akun Facebook @uwiie Poetrysagita, Rabu (20/8/2025), memperlihatkan kondisi bayi yang sudah tak bernyawa.

Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa tubuh bayi sempat masih tertinggal di dalam rahim sang ibu, sementara kepalanya terlepas.

“Tolong bantu share agar tidak ada korban lagi. Dugaan malpraktik di Puskesmas Pinangsori, badan bayi tertinggal di perut ibunya,” tulis pemilik akun tersebut.

Keluarga korban pun meluapkan kekecewaan dan meminta penjelasan terbuka dari pihak puskesmas.

Mereka menilai ada kelalaian medis hingga menyebabkan tragedi ini.

“Kami selaku keluarga hanya ingin tahu kronologi sebenarnya. Kenapa bisa terjadi kelalaian seperti ini sampai kepala bayi patah, jatuh ke lantai, sementara badan masih tertinggal di dalam rahim. Rasanya sungguh di luar nalar,” tulis keluarga korban di media sosial.

Dinkes Tapteng Turun Tangan

Menanggapi kasus viral ini, Kepala Bidang Pelayanan Kesiapan Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisna Panjaitan, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke Puskesmas Pinangsori.

Lisna membenarkan bahwa proses persalinan tersebut memang berakhir dengan kondisi tragis, di mana kepala bayi terputus lebih dulu, sementara tubuhnya kemudian dikeluarkan oleh bidan.

“Iya betul, kepala bayi terlepas. Tapi seluruh bagian tubuh akhirnya berhasil dikeluarkan. Plasenta juga lengkap, tidak ada pendarahan, dan kondisi ibu selamat,” jelas Lisna.

Ia menegaskan bahwa tindakan medis yang dilakukan petugas telah sesuai SOP persalinan darurat. Namun, ia memahami kekecewaan keluarga.

Lisna menambahkan, pihaknya telah menawarkan rujukan ke rumah sakit setelah kejadian, namun keluarga menolak dan menandatangani surat pernyataan tidak ingin dirujuk.

Meski demikian, ia menegaskan keluarga tetap memiliki hak penuh untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Kalau pasien melapor ke ranah hukum, itu hak mereka. Kami siap menyiapkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan kasus ini,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah juga melakukan kunjungan rutin ke rumah pasien untuk memastikan kondisi ibu tetap stabil, termasuk menawarkan perawatan lebih lanjut jika diperlukan.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved