Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan

Editor: Danang Setiawan
Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan

Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan

TRIBUNBATAM.id - Kapal perang TNI KRI Bung Tomo 357 mengusir dua kapal pengawas atau semacam kapal patroli Vietnam yang melakukan gertakan atau manuver saat empat kapal nelayannya ditangkap di perairan Natuna Utara, Minggu (24/2/2019).

Kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia agar KRI Bung Tomo 357 melepas keempat kapal nelayannya yang ditangkap yakni BV 525 TS, BV 9487 TS, BV 4923 TS , dan BV 525.

Gertakan atau manuver kapal patroli  VFRS Kiem Ngu 2142124 dan 214263  dibalas tembakan peringatan oleh KRI Bung Tomo 357.

Akhirnya VFRS Kiem Ngu 2142124 dan 214263 mundur dan merelakan keempat nelayannya digiring KRI Bung Tomo ke Lanal Tanjungpinang, Bintan, Kepulauan Riau.

Peristiwa ini mengingatkan kita pada aksi dua kapal patroli China yang ukurannya lebih besar berani menggertak kapal perang TNI AL KRI Imam Bonjol 383 di perairan Natuna, 17 Juni 2016.

Saat itu KRI Imam Bonjol 383 menggiring kapal pencuri ikan China Han Tan Cou 19038 yang tertangkap mencuri ikan di di ZEE Natuna Utara.

Panglima Armada Barat TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana Muda Taufik R mengatakan ada provokasi yang dilakukan kapal patroli Coast Guard China saat pihaknya mengamankan awak kapal Han Tan Cou 19038 dengan bendera China di Perairan Natuna, 17 Juni 2016.

Halangi Penangkapan Kapal Ikan, Kapal Perang TNI Beri Tembakan Peringatan 2 Kapal Pemerintah Vietnam

Dikejar Berputar-Putar di Perbatasan, KRI Bung Tomo-357 Amankan Kapal Ikan Vietnam

Lakukan Manuver Berbahaya, Kapal Vietnam Gertak Kapal Perang TNI AL Saat Tangkap 4 Kapal di Natuna

Padahal kapal dengan tujuh orang anak buah kapal (ABK) tersebut, terbukti melakukan penangkapan ikan secara ilegal di zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang termasuk dalam kawasan hak berdaulat Indonesia.

Taufik memaparkan Kapal KRI Imam Bonjol sempat berkomunikasi dengan kapal penjaga pantai (coast guard) China bernomor lambung CCG 3303 setelah menangkap kapal Han Tan Cou.

Taufik menyebutkan, mereka melobi warganya supaya dilepas.

"Setelah ditangkap datang coast guard, ada diskusi. Mereka bilang nelayan ini hanya mencari ikan di traditional fishing area di kawasan 9-dashed line," kata Taufik R kepada wartawan saat memberikan keterangan di kantornya, Jalan Gunung Sahari, Selasa (21/6/2016).

Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan (TNI AL)

Kapal penjaga pantai (coast guard) China bernomor lambung CCG 3303 kata Taufik, memiliki spesifikasi panjang 112 meter dan lebar 14-15 meter, berat kapal yang mencapai 3.000 ton dengan kecepatan 22 knot. 

Tidak tidak hanya itu, kapal juga dilengkapi dengan persenjataan meriam 33 mm Tanso dan sebuah helikopter.

Menurutnya, coast guard juga tidak menyerah

Setelah gagal bernegosiasi, mereka memprovokasi kapal TNI AL.

"Pukul 22.56 WIT kapal CCG 2501 mendekati konvoi melakukan provokasi dengan memotong haluan KRI IBL-338. Mereka meminta melepaskan kapal Han Tan Cou," katanya.

Setelah itu kata Taufik, pihaknya memastikan prajuritnya tetap tenang dan tak mau terpancing.

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/kapal-patroli-china-2501.jpg (TNI AL)

Dansatgas latihan tempur juga memerintahkan agar seluruh unsur terpadu bergabung dengan konvoi KRI IBL dengan kapal Han Tan Cou.

"Kapal CCG 2501 terus membayangi KRI IBL di lambung kiri, tapi tidak ada apa-apa," katanya.

Kapal CCG 2501 panjangnya 128,6 meter dan lebar 16 meter. Kecepatan kapal itu mecapai 22 knot dilengkapi dengan sistem persenjataan tembakan bawah air serta mampu mengangkut hingga dua helikopter.

Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan (TNI AL)

CHINA PROTES

Sebelumnya Pemerintah Cina telah menyampaikan protes resmi kepada pemerintah Indonesia atas insiden penembakan kapal nelayan Cina oleh kapal TNI Angkatan laut di perairan Natuna, Jumat (17/06) yang diklaim melukai salah-seorang anak buah kapalnya.

TNI Angkatan Laut mengatakan pihaknya telah melepaskan tembakan peringatan kepada sejumlah kapal nelayan berbendera Cina yang dituduh mencuri ikan di perairan Indonesia di dekat kepulauan Natuna.

Namun demikian, Kepala dinas penerangan TNI AL Laksamana pertama TNI Edi Sucipto membantah tuduhan Cina bahwa pihaknya melepaskan tembakan yang melukai salah-seorang nelayannya.

"Angkatan Laut (Indonesia) tidak brutal," kata Edi Sucipto kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (20/06) pagi.

DiKapal Patroli China CGC 2501 yang mengintimidasi KRI Imam Bonjol 383 (oplanchina.blogspot.com)

Awalnya, menurutnya, pihaknya menerima laporan ada 12 kapal ikan asing yang diduga kapal nelayan Cina yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Natuna, Jumat (17/09) lalu.

Ketika dikejar dan didekati oleh KRI Imam Bonjol, lanjutnya, kapal-kapal tersebut melarikan diri.

Sesuai prosedur, pihaknya mengeluarkan peringatan berupa himbauan sebelum akhirnya melakukan penembakan peringatan.

"Ketika dilakukan penembakan peringatan ke udara, dia malah tetap lari, kita berikan tembakan peringatan juga di depannya. Tapi tidak berhenti juga, malah dia mau memutar haluannya mengancam mau menabrak," ungkap Edi Sucipto.

Setelah melakukan pengejaran, salah-satu kapal nelayan itu dapat dihentikan, jelasnya. Mereka kemudian memastikan bahwa kapal dengan nomor lambung 19038 itu milik nelayan Cina dengan jumlah ABK ada tujuh orang.

"Dan tidak ada yang tertembak, dan sekarang semuanya sudah diamankan di Lanal Ranai," katanya.

Detik-detik Kapal Patroli China Gertak KRI Bung Tomo di Perairan Natuna, Minta Lepas Kapal Nelayan (TNI AL)

Dirawat di Provinsi Hainan

Seperti dilaporkan Kantor berita Reuters, juru bicara Kementerian luar negeri Cina, Hua Chunying mengatakan bahwa kapal penjaga pantai Cina telah menyelamatkan seorang nelayan yang terluka.

Situs resmi Kemenlu Cina menyebutkan nelayan itu kemudian dilarikan ke Provinsi Hainan untuk dirawat lebih lanjut.

Dimintai klarifikasi atas klaim pemerintah Cina tersebut, Kepala dinas penerangan TNI AL Laksamana pertama TNI Edi Sucipto mempertanyakannya.

"Kalau ingat senjata yang digunakan cuma sekedar senjata 7,62 atau 12mm, mana mungkin sampai ke sana. Mereka 'kan sudah lari semua, kecuali satu (kapal) yang tidak bisa lari," kata Edi Sucipto kepada BBC Indonesia.

Kemenlu Cina juga membenarkan bahwa salah-satu kapalnya beserta tujuh orang awaknya telah ditahan oleh TNI AL.

Insiden serupa pernah terjadi pada Mei 2016 lalu, di mana pemerintah Cina berkeras bahwa kedelapan ABK dan kapal mereka beroperasi secara sah.

Sementara, TNI AL menyatakan nelayan Cina itu melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna.

Dan pada Maret lalu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar Cina di Jakarta sekaligus menyampaikan nota protes terkait aksi kapal penjaga pantai Cina di Laut Natuna.

Tetapi beberapa jam kemudian, Kementerian Luar Negeri Cina membantah bahwa kapal penjaga pantainya telah memasuki wilayah perairan Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Detik-detik Kapal Perang KRI Imam Bonjol Digertak Dua Kapal Patroli China di Natuna, Foto-fotonya