Minggu, 19 April 2026

MUI Tanggapi Santai Ganjar Pranowo di Tayangan Azan TV, PDIP Ikut Bereaksi

Tidak hanya MUI, PDIP pun bereaksi terkait tayangan Ganjar Pranowo di televisi pada tayangan adzan Magrib.

Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas tanggapi santai kemucnulan tayangan adzan Maghrib Ganjar Pranowo di televisi. PDIP pun ikut bereaksi. 

TRIBUNBATAM.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi santai kemunculan tayangan Ganjar Pranowo pada adzan maghrib salah satu televisi.

Dalam video berdurasi 28 detik itu, tampak Ganjar Pranowo tengah menunaikan shalat berjamaah di sebuah masjid.

Ganjar Pranowo mengenakan baju koko berwarna putih, peci hitam, dan sarung bermotif garis.

Bakal capres di Pilpres 2024 itu tampak berada di dalam shaf paling depan.

Selain itu, adapula tangkapan layar dari video yang sama tengah memperlihatkan Ganjar berwudhu.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tidak mempermasalahkan munculnya Ganjar Pranowo muncul di dalam tayangan azan Maghrib di salah satu stasiun televisi nasional.

Anwar justru mempermasalahkan jika Ganjar tidak melakukan sholat padahal seorang Muslim.

"Tidak masalah. Sah-sah saja. Malah kalau yang bersangkutan sebagai seorang Muslim tidak sholat maka di situ baru masalah," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (9/9/2023).

Anwar mengatakan jika bacapres lainnya ingin melakukan hal serupa juga diperbolehkan.

"Kalau capres-capres yang lain juga ingin melakukan hal yang sama dan serupa, silakan saja," tuturnya.

PDIP Bantah Politik Identitas

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan munculnya Ganjar dalam tayangan azan Maghrib itu bukanlah politik identitas.

Hasto mengatakan, tayangan tersebut adalah hal positif lantaran dinilainya sebagai ajakan kepada masyarakat agar beribadah lebih giat.

"Tetapi kalau mengajak masyarakat dengan senyum, untuk berdoa bersama, untuk menjalankan sholat lima waktu, itu kan hal positif," ujarnya saat di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2023), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Namun, Hasto sendiri mengaku belum melihat video yang dimaksud.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved