Sabtu, 11 April 2026

Sepanjang 2025, Ada 16 Kasus Laka Lantas di Anambas, Polisi: Kelalaian Pengendara

Satlantas Polres Anambas sebut, tren laka lantas di Anambas masih cukup tinggi. Sepanjang Januari-Oktober 2025 ada 16 kasus kecelakaan lalu lintas

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/istimewa
SOSIALISASI KESELAMATAN LALU LINTAS - Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas Iptu Zulfikar bersama Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah A.B saat beri sosialisasi keselamatan lalu lintas di Anambas baru-baru ini 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Satlantas Polres Kepulauan Anambas mencatat 16 kecelakaan lalu lintas di Anambas selama Januari-Oktober 2025.

Satlantas Polres Anambas menyatakan, jika data tersebut menunjukkan tren laka lantas masih cukup tinggi di wilayahnya.

Kasat Lantas Polres Anambas Iptu Zulfikar mengatakan, sebagai wilayah dengan jumlah penduduk dan kendaraan yang rendah, angka tersebut dinilai cukup tinggi.

"Sampai Oktober ini ada 16 kecelakaan. Ini terbilang tinggi dengan wilayah yang kepulauan dan minim kendaraan," ucapnya, Selasa (21/10/2025).

Ia menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi dominan dialami pengendara roda dua.

Untuk kendaraan roda empat sangat jarang, itu karena jumlah mobil dapat dihitung jari tersebar di Anambas.

"Dominan laka lantas dialami kendaraan roda dua. Itu juga rata-rata jatuh sendiri. Jarang yang terlibat dengan kendaraan lain," ungkapnya.

Lebih rinci dijelaskannya, kecelakaan disebabkan karena kelalaian pengendara sendiri.

Menurutnya, para pengendara kurang patuh dan tertib seperti belum memiliki SIM, tak menggunakan helm serta tak melengkapi kendaraan dengan kaca spion.

"Ada juga yang bawa laju kendaraan di atas normal, ada yang dalam pengaruh alkohol juga. Jadi membahayakan diri dan terlibat laka lantas," ujarnya.

Di sisi lain, dari 16 kasus laka lantas ini, Zulfikar menyebut, tidak ada pengendara menjadi korban jiwa alias meninggal dunia (MD).

"Alhamdulillah, tidak ada korban yang meninggal dunia. Kita tidak ingin ada yang meninggal dunia. Sejauh ini hanya luka ringan dan luka berat," ujar Iptu Zulfikar.

Ia menegaskan, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Kesadaran pengendara maupun pejalan kaki di jalan menjadi kunci untuk menekan fatalitas kecelakaan di Anambas.

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat, jangan anggap remeh aturan lalu lintas. Patuhi rambu, gunakan helm, jangan ngebut di jalan sempit dan jangan sekali-kali berkendara dalam kondisi mabuk," pungkasnya. 

(TRIBUNBATAM.id/Novenri Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved