Senin, 4 Mei 2026

KAPAL TENGGELAM DI BINTAN

Kronologis KM Samudera Tujuan Batam Tenggelam di Perairan Bintan, ABK Panik saat Kapal Bocor

Polisi ungkap kronologis kapal motor (KM) Samudera tujuan Batam yang tenggelam di perairan Bintan, Senin (2/2/2026) sekira pukul 18.30 WIB.

Tayang:
Dok. Satpolairud Bintan untuk Tribun Batam
KAPAL TENGGELAM DI BINTAN - Personel Satpolairud Polres Bintan usai mengevakuasi korban selamat kapal motor (KM) Samudera yang tenggelam di antara perairan Anak Lobam dan perairan Tekulai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (2/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi ungkap kronologis tenggelamnya kapal motor (KM) Samudera di perairan antara Anak Lobam dan perairan Tekulai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (2/2/2026) sekira pukul 18.30 WIB.
  • Kapal memuat 50 fiber ikan, lepas tali dari Pelabuhan Anai, Kota Tanjungpinang tujuan Pelabuhan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepri.
  • Empat awak kapal sempat terombang-ambing di laut, setelah kapal alami kebocoran.

 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kondisi perairan antara Anak Lobam dan perairan Tekulai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (2/2/2026) sekita pukul 18.30 WIB sempat mencekam.

Empat awak kapal motor (KM) Samudera mengapung di laut setelah kapal yang membawa 50 fiber berisi ikan tenggelam. 

Kecelakaan di laut Bintan itu berlokasi pada koordinat 0°57'19.8"N 104°18'16.2"E.

Kapolres Bintan, AKBP Arrya Satria Bhawana, S.H., S.I.K melalui Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril yang dikonfirmasi mengungkap jika sebelum tenggelam, kapal berlayar dari Pelabuhan Anai, Kota Tanjungpinang menuju ke Pelabuhan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Sekira pukul 17.00 WIB, kapal alami kebocoran di lambung kanan.

Sontak kru kapal pun mulai panik.

Mereka membuang air laut menggunakan mesin robin.

Namun upaya tidak membuahkan hasil air terus masuk ke dalam kapal.

Pukul 18.00 WIB, mesin kapal mati dan kapal mulai terbawa arus hingga tenggelam di perairan Anak Lobam.

"Kami baru mendapat informasi pada pukul 18.40 WIB. Saat itu, anggota langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan," sebutnya, Selasa (3/2/2026). 

Anggota pun mengarungi laut cukup jauh menggunakan speedboat milik Satpolairud Polres Bintan. 

Di lokasi, polisi melihat korban sedang mengapung di sekitaran tempat tenggelamnya kapal.

"Semua korban berhasil kami selamatkan. Mereka ada 4 orang. Termasuk Nahkoda kapal," kata dia.

Adapun empat awak kapal selamat dalam insiden itu, di antaranya:

  • Suhaidi (49) Nahkoda
  • Usman (49) ABK
  • Sadri Ardyansyah (23) ABK
  • Nasrun (58) KKM

Mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing di Batam.

Syafril mengimbau kepada masyarakat dan nelayan agar tetap waspada saat beraktivitas di laut.

"Kondisi cuaca saat ini belum stabil. Angin kencang dan ombak kuat masih terjadi di wilayah Kabupaten Bintan, Kepri," akunya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved