Selasa, 9 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis

Satu Dapur MBG di Bintan Tutup Sementara Mulai Hari Ini, 2.400 Penerima Manfaat Terdampak

Penutupan sementara satu dapur MBG di Kecamatan Bintan Utara ini mulai dilakukan pada Senin (8/6/2026) hingga waktu yang belum ditentukan

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
SPPG TUTUP - SPPG Tanjunguban Selatan 4 di Pasar Baru Tanjunguban tutup sementara waktu karena anggaran dari BGN belum turun, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 4 menghentikan operasional sementara mulai 8 Juni 2026
  • Penutupan disebabkan oleh keterlambatan transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk operasional dapur
  • Sebanyak 2.400 penerima manfaat termasuk pelajar dan ibu hamil terdampak penghentian program Makan Bergizi Gratis
  • Pihak pengelola memilih menutup layanan guna menghindari penumpukan utang kepada pemasok bahan makanan


BINTAN, TRIBUNBATAM.id
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 4 di Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memutuskan untuk menghentikan sementara operasionalnya.

Penutupan ini mulai dilakukan pada Senin (8/6/2026) hingga waktu yang belum ditentukan.

Dampaknya, sebanyak 2.400 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mendapat jatah makan lagi.

Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 4, Riska saat dikonfirmasi tak menampik informasi tersebut.

"Ya, kami mulai tutup hari ini," kata Riska singkat.

Langkah itu diambil pihaknya karena dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum ditranster ke SPPG tersebut.

"Uang dari BGN kurang. Kami berhentikan untuk sementara waktu agar tak ada utang ke supplier," ujarnya.

Riska menjelaskan, dapur mereka melayani sekitar 2.400 penerima manfaat.

Dari jumlah itu sekitar 1.700 pelajar di 11 sekolah. Selebihnya adalah ibu hamil, menyusui dan balita dari posyandu.

Sekolah yang disalurkan mulai TK, Paud hingga SD.

"Salah satu sekolah adalah SDIT Tanjunguban," katanya.

Disinggung soal dana, ia menyampaikan dana BGN biasanya ditranster secara bertahap.

Hanya saja, sejauh ini terdapat beberapa dapur belum kebagian dana dari BGN.

"Kalau uangnya sudah masuk hari ini, maka besok atau lusa bisa kita buka lagi," ujarnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf ke penerima manfaat, karena sementara waktu pihaknya belum bisa memberikan MBG.

Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri menyampaikan, SPPG Tanjunguban Selatan 4 satu-satunya di Bintan yang menghentikan operasional sementara.

"Kami baru terima laporan satu SPPG saja yang tutup sementara. Beberapa yang lain masih buka karena masih ada dana," ujarnya.

Pina menduga penghentian operasional SPPG tersebut dipicu anggaran dari BGN belum cair.

"Saya belum update penyebab pasti penutupan itu dilakukan," katanya.

Ia juga belum bisa memastikan kapan SPPG itu beroperasi lagi.

"Kita tunggu informasi resmi dari pimpinan lagi," katanya.

Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan

Terpisah, seorang pekerja berinisial A, mengaku terancam kehilangan pekerjaan, jika SPPG Tanjunguban Selatan 4 tak beroperasi dalam waktu yang cukup lama.

"Semoga dalam waktu dekat bisa dibuka lagi, agar kami bisa kerja lagi," katanya.

Selama ini A bekerja di sana untuk menghidupi anak-anaknya.

"Saya berharap banyak dana cepat turun dan bisa bekerja lagi," ujarnya berharap. 

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved