Kamis, 14 Mei 2026

Rangkul Kompetitor Demi Rezeki Bersama, Agen BRILink Stronic Cell Bermanfaat untuk Semua

Kisah Anik Sugiarti mengembangkan Agen BRILink Stronic Cell sejak awal hingga bertahan sembilan tahun.

Tayang:
Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Tribun Batam/Khistian Tauqid
KISAH AGEN BRILINK - Warga sekitar melakukan transaksi keuangan di Stronic Cell yang berlokasi di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id - Menjalankan bisnis di dalam gang pemukiman yang jauh dari hiruk-pikuk jalan protokol sering kali dipandang sebelah mata. Bagi sebagian pengusaha, lokasi adalah segalanya.

Namun, bagi Anik Sugiarti, pemilik Stronic Cell, keterbatasan geografi bukanlah tembok penghalang, melainkan awal dari sebuah misi ekonomi yang kini menjadi napas bagi warga kampung di sekitarnya.

Melalui kemitraan strategis sebagai Agen BRILink, Anik berhasil mengubah konter handphone (HP) mungilnya menjadi pusat layanan finansial serba ada.

Bukan hanya itu saja, Anik berhasil menyulap konter HP Stronic Cell menjadi toko sembako dan kebutuhan lainnya.

Perjalanan Anik hingga di titik sekarang tentu tidaklah mudah dan sebentar. Sebelum memiliki usaha sendiri, ia menghabiskan waktu menimba ilmu sebagai karyawan di sebuah konter HP.

Berbekal pengalaman tersebut, ia memberanikan diri untuk mandiri pada 2017. Namun, langkah pertamanya sempat dibayangi keraguan besar.

"Awalnya saya kerja di konter HP dulu, setelah itu buka konter HP sendiri. Tadinya pesimis karena rumah kan di kampung, bukan di jalan utama. Sempat kebingungan mencari lokasi strategis," kenang Anik saat ditemui pada Jumat (1/5/2026).

Alih-alih memaksakan diri menyewa ruko mahal di pinggir jalan raya yang berisiko penggusuran, Anik memilih langkah pragmatis dengan memanfaatkan lahan di rumahnya yang terletak di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Daripada ngontrak ramai terus diusir, mending buka sendiri di rumah saja. Akhirnya ya buka konter sendiri, gitu. Tadinya cuma tiga kali empat," tuturnya.

Tak disangka, keputusan itu terbukti tepat. Seiring pembangunan infrastruktur yang masif di sekitar wilayahnya. Jalanan kampung semula sepi berubah menjadi jalur akses yang ramai.

Kios mungilnya pun perlahan tumbuh semakin lebar seiring bertambahnya pelanggan dan layanan.

Agen BRILink Stronic Cell di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Agen BRILink Stronic Cell di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. (Tribun Batam/Khistian Tauqid)

Anik Menangkap Peluang

Transformasi besar Stronic Cell terjadi ketika seorang Mantri BRI datang menawarkan kemitraan menjadi Agen BRILink.

Jumlah agen belum menjamur seperti sekarang, dan akses warga menuju mesin ATM tergolong sangat jauh membuat Anik melihat peluang.

Bersamaan dengan itu, Anik juga mendapatkan bantuan permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang digunakannya untuk memperluas kios.

"Dulu kan Agen BRILink enggak sebanyak sekarang, apalagi ATM BRI juga jauh, jadi saya terima tawaran itu," jelas Anik.

Ia melihat ini bukan sekadar bisnis tambahan, melainkan kebutuhan.

"Saya lihat juga ada peluang. Karena kita konter kan dulu. Bayar-bayarnya juga dari transfer, terus ada teman-teman juga bilang, enak kalau punya mesin EDC BRILink."

Awalnya, mesin tersebut digunakan untuk memudahkan urusan transaksi pribadinya. Namun, lama-kelamaan volume transaksi dari tetangga sekitar melonjak drastis.

Kini, layanan di Stronic Cell kian lengkap mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, hingga transaksi Pegadaian dan investasi emas.

"Di mana-mana Agen BRILink sekarang sudah banyak. Berarti menandakan Agen BRILink itu sangat-sangat menguntungkan," tambah Anik.

Ia bahkan mengenang masa pandemi sebagai momen di mana agen sangat diandalkan.

"Momen paling menguntungkan itu pas Covid. Kebanyakan warga enggak mau keluar rumah, jadi mereka lari ke agen terdekat."

Etika Bisnis: "Rangkul, Jangan Sikut"

Keberhasilan tentu mengundang kompetisi. Sebagai Ketua Agen BRILink BO Semarang Ahmad Yani, Anik memiliki pandangan yang bijak dalam menghadapi persaingan.

Ia pernah mengalami momen di mana sebuah agen baru berdiri tepat di samping tokonya, hanya berbatasan dinding.

"Dulu itu pernah saya mencoba buka cabang, lalu kita ngontrak toko. Samping itu enggak ada tanda-tandanya BRILink. Begitu kita sudah buka, di samping persis itu ternyata juga dibuka Agen BRILink. Jadi hanya batasan dinding toko," ceritanya.

Bukannya merasa terancam atau melancarkan perang harga, Anik justru menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang matang.

Ia mendatangi tetangga barunya untuk menjalin pertemanan.

"Karena saya sudah terlanjur di situ, pihak sebelah juga, ya mau enggak mau kita harus berteman lah. Caranya potongan adminnya disamain. Daripada saling sikut, mending kita rangkul. Kalau emang mau beloknya ke sana atau sini (pelanggan), berarti itu rezeki masing-masing," ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Prinsip kolaborasi ini juga ia bawa ke ranah yang lebih luas melalui paguyuban Agen BRILink se-Jawa Tengah yang berkumpul setiap tiga bulan sekali.

Anik lantas memberikan contoh ketika terdapat Agen BRILink yang berada di dalam paguyuban mengalami masalah finansial.

"Kalau ada paguyuban lebih enak. Selain untuk silaturahmi, juga bisa berbagi informasi tentang perkembangan atau keluhan sesama agen. Bahkan kami saling bantu, misal ada yang butuh tambahan dana, nanti bisa dibantu sama yang lain."

Paguyuban Agen BRILink se-Kota Semarang melakukan pertemuan rutin.
Paguyuban Agen BRILink se-Kota Semarang melakukan pertemuan rutin.

Menjadi Solusi Finansial bagi Warga

Manfaat nyata dari keberadaan Stronic Cell dirasakan langsung oleh warga seperti Supanto.

Di usianya yang tak lagi muda, ia merasa gagap jika harus berhadapan dengan teknologi perbankan digital.

"Semenjak ada Agen BRILink jadi lebih mudah kalau mau ambil uang atau bayar-bayar. Saya sudah tua jadi enggak begitu paham betul tentang teknologi, tahunya cuma ambil uang sama beli token listrik," ujar Supanto, pada Jumat (1/5/2026).

Ia merasa terbantu karena layanan di tempat Anik sangat lengkap, bahkan tersedia kebutuhan pokok seperti sembako.

Bagi Anik Sugiarti, bisnis bukan sekadar soal profit di atas kertas. Kehadiran Agen BRILink adalah cara untuk hadir bagi komunitasnya.

"Agen BRILink itu bisa bermanfaat untuk semua, bukan cuma keuntungan sendiri saja," pungkasnya.

(TribunBatam.id/Khistian Tauqid)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved