Rabu, 8 April 2026

ORI013 akan Diluncurkan Pemerintah Oktober 2016, Bagaimana Prospek Investasinya?

Pemerintah akan merilis obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 013. Jika tak ada halangan, akan terbit pada 26 Oktober 2016.

kontan.co.id
Seorang karyawan sedang menjelaskan tentang ORI. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah akan merilis obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 013.

Jika tak ada halangan, instrumen investasi tersebut akan terbit pada 26 Oktober 2016.

"Namun jadwal masih tentatif, nanti akan ada pengumuman resmi kalau jadwalnya sudah ditetapkan," ujar Novi Puspita Wardani, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Senin (29/8/2016).

Penentuan tanggal penerbitan ORI013 dilakukan berdekatan dengan masa jatuh tempo ORI 010 pada 15 Oktober 2016.

"Sehingga terdapat kesempatan apabila ada investor yang ingin roll over," tutur Novi.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting menambahkan, masa penawaran bagi 0RI013 akan berlangsung dari 29 September hingga 20 Oktober 2016.

"Untuk agen penjual ORI013 akan sama dengan agen penjual SBR002 yang telah diterbitkan pemerintah beberapa waktu lalu," katanya.

Gain di pasar sekunder Membaiknya kondisi ekonomi Indonesia bakal mempengaruhi kupon ORI013.

Analis PT Capital Asset Management Desmon Silitonga memproyeksikan, kupon ORI013 ada di kisaran 7-7,5 persen.

Asumsi tersebut mempertimbangkan tenor selama tiga tahun.

"Yield SUN tenor tiga tahun saat ini berada di level 6,6 persen. Apabila mengacu pada kondisi pasar maka kupon ORI akan berkisar antara 7-7,5 persen," jelas Desmon.

Namun, kupon ORI berpotensi lebih tinggi bila suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) alias fed rate naik di September 2016.

Tapi yang jelas, kupon tersebut bakal tetap berada di bawah kupon ORI012 yang terbit pada tahun 2015 lalu sebesar 9 persen.

Artinya ORI teranyar ini bisa memberi kupon sekitar 8 persen. Kendati lebih kecil, kupon tersebut cukup menarik.

Dengan 8 persen, investor menikmati kupon bersih 7,85 persen setelah dipotong pajak 15 persen.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved