BOCAH SD DI KARIMUN TEWAS TENGGELAM
Polisi Ungkap Kronologi Bocah SD di Kundur Barat Karimun Tewas Tenggelam
Polisi ungkap kronologi siswa SD di Kecamatan Kundur Barat yang tenggelam di danau ketika berenang bersama temannya, Minggu, 19 April 2026.
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kepolisian Sektor (Polsek) Kundur Barat mengungkap kronologi meninggalnya seorang pelajar SD di Kecamatan Kundur Barat berinisial M (13) saat berenang di danau di belakang Kantor Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Minggu, 19 April 2026 pagi.
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Kundur Barat, AKP Ary Suandi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 09.30 WIB.
Sebelumnya, pada pukul 08.00 WIB, korban bersama beberapa rekannya berkumpul di rumah salahsatu temannya bernama Noval Kurniawan.
“Awalnya meraka berencana berenang di kolam PT Timah. Karena kondisi penuh, mereka memutuskan untuk pindah ke danau yang berada di belakang kantor Desa Gemuruh untuk berenang,” jelas AKP Ary Suandi.
Sekira pukul 09.15 WIB, korban bersama teman-temannya berenang di tepi danau.
Seorang saksi, Aulad Al Ibad Assaidi berenang ke arah tengah danau.
Baca juga: Bocah SD di Kundur Barat Karimun Tewas Tenggelam di Danau Saat Berenang Bersama Teman
Korban yang diketahui tidak bisa berenang kemudian mencoba mengikuti.
“Tidak berselang lama korban tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan, dan para rekan korban yang panik meminta bantuan kepada warga yang melintas di lokasi dan meminta bantuan,” tambahnya.
Selanjutnya polisi bersama warga langsung melakukan pencarian.
Mengingat kedalaman danau yang diperkirakan mencapai lebih dari 10 meter, pihak terkait kemudian meminta bantuan penyelam dari PT Timah.
Sekira pukul 10.30 WIB, dua penyelam PT Timah tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian berdasarkan titik terakhir korban terlihat.
“Karena kolam ini dalam, kami meminta bantuan dua penyelam dari PT Timah, dan dalam waktu sekitar 10 menit, korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 9 hingga 10 meter,” jelas AKP Ary Suandi
Korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan langsung dilarikan ke Klinik PT Timah Perayun menggunakan ambulans yang telah disiagakan di lokasi.
Namun, berdasarkan keterangan medis dari dokter yang menangani, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di klinik.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Bukit Senang, Desa Gemuruh, sekira pukul 11.20 WIB.
Rencananya, korban akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Gemuruh setelah pelaksanaan salat Asar pada Minggu (19/4/2026).
Polsek Kundur Barat menghimbau bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area perairan yang memiliki risiko tinggi. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-siswa-yang-tenggelam-di-Kundur-Barat.jpg)