Selasa, 9 Juni 2026

Warga Unjuk Rasa Tolak Rencana Tambang Pasir Darat di Kundur Barat, Karimun

Warga Sawang Kecamatan Kundur Barat, Karimun melakukan aksi ujuk rasa penolakan penambangan pasir, Polres Karimun Kawal Secara Humanis

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Mairi Nandarson
Dokumentasi Polres Karimun/Fairoz Zamani
UNJUK RASA DI KARIMUN - Personel Karimun membagikan minuman kepada peserta aksi unjuk rasa di Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kamis (4/6/2026) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Puluhan warga Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Kundur Barat Kabupaten Karimun, Kamis (4/6/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penambangan pasir darat oleh Salah satu PT di wilayah Kelurahan Sawang Kabupaten Karimun

Warga khawatir aktivitas penambangan pasir darat akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat di masa mendatang.

Sekitar 50 orang mengikuti aksi penyampaian aspirasi tersebut. Selama kegiatan berlangsung, personil Polres Karimun melakukan pengamanan untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib.

Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Karimun AKP Andri Yusri dengan melibatkan 79 personel gabungan.

Selain melakukan pengamanan, personel Polres Karimun melalui fungsi Humas juga membagikan air minum kepada peserta aksi sebagai bentuk pelayanan humanis kepada masyarakat.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional dan humanis dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.

“Polres Karimun berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur."

"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Yunita Stevani. 

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menjaga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung.

Pulau Kundur selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian yang mencakup wilayah Kundur Barat dan sekitarnya.

Selain itu, Pulau Kundur juga telah dikembangkan sebagai kawasan agraria, pertanian, perkebunan, serta kawasan industri baru di Kabupaten Karimun.

Karena itu, masyarakat menilai rencana penambangan pasir darat perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu sektor pertanian dan keberlangsungan lingkungan yang menjadi sumber penghidupan warga.

Aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

( tribunbatam.id/fairoz zamani )

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved