GEGER PENGHUNI KONTRAKAN DI BATAM TEWAS

Penghuni Kontrakan di Batam Tewas Tak Wajar, Polisi dan Tim DVI Polda Kepri Olah TKP 5 Jam Lebih

Penghuni kontrakan di Batam tewas bikin geger. Penyidik Polresta Barelang tunggu hasil pemeriksaan forensik dan tim DVI Polda Kepri.

TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
PENGHUNI KONTRAKAN DI BATAM TEWAS - Warga Kaveling Sei Tering Melcem, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepri berkerumun di kontrakan Blok B1 nomor 18 RT 5/RW 13, Kamis (28/8) malam. Seorang pria dan wanita ditemukan tewas dalam kondisi tak wajar dalam kontrakan itu. Polisi masih menyelidiki terkait penyebab pasti kematian keduanya. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Anggota Polresta Barelang masih menyelidiki kasus kematian seorang pria dan wanita yang tidak wajar di dalam kontrakan Kaveling Sei Tering RT 5/RW 13, Melcem, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (28/8) malam.

Selain tim Inafis Polresta Barelang, Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri turun untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) malam itu.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, S.I.K., M.H., L.i mengatakan, proses evakuasi dan investigasi berlangsung cukup panjang, mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.30 WIB.

“Hingga malam, tim Inafis dan DVI masih memeriksa detail di dalam rumah kontrakan untuk memastikan penyebab kematian kedua korban,” ujarnya, Kamis (28/8) malam usai mengevakuasi jenazah dua orang itu.

Hampir empat jam sejak ditemukan, petugas forensik tak kunjung keluar dari lokasi. 

Bahkan hingga pukul 21.50 WIB, tim DVI Polda Kepri yang dipimpin AKP Leo, Karumkit Bhayangkara Polda Kepri, dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan khusus.

"Untuk penyebab masih dalam penyelidikan. Yang pria ditemukan dengan kondisi tergantung sedangkan perempuan dengan kondisi tertidur dengan mulut keluar darah," katanya. 

Terkait hubungan kedua mayat, polisi belum bisa menjelaskan lebih lanjut, termasuk identitas keduanya. 

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan visum tim DVI.

Menurutnya, semua kemungkinan masih terbuka.

"Keterangan saksi-saksi juga terus kami kumpulkan. Masih penyelidikan, nanti disampaikan,” tegas Kompol Debby. 

Kesaksian Warga dan Pemilik Kontrakan

Warga sekitar, Adi sebelumnya menyebut jika keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Sang istri ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar.

Sedangkan suami, meninggal dunia dengan kondisi gantung diri dalam kamar mandi.

"Mereka baru ngontrak disitu. Belum sampai sebulan," ujarnya di lokasi. 

Pemilik kontrakan, Lilis Suryani menyebut dua pasutri akhiri hidup dalam rumah baru tinggal 22 hari. 

Kedua pasutri bahkan tak diketahui identitasnya lantaran belum menyerahkan identitas KTP. 

Pasutri pria diketahui bernama Surya, bekerja di salah satu showroom dealer di Sungai Panas.

Sedangkan sang istri hanyalah ibu rumah tangga. Pasutri ini perantau dari Jawa. 

"Mereka baru ngontrak 22 hari, belum sempat kasi identitas. Yang laki taunya namanya Surya, kerja dealer. Kalau istrinya cuman di rumah," ungkap Lilis. 

Lilis mengaku belum menahu secara detail kedua pasutri itu.

Ia hanya tahu keduanya mengontrak dan belum menyelesaikan pembayaran.

"Asal diminta identitas, bilang belum fotokopi. Tahu-tahu dah kejadian macam gini," katanya.

Lilis mengatakan, kondisi keduanya terungkap setelah tetangga curiga karena tidak ada aktivitas dari dalam kontrakan mereka.

Mereka kaget setelah pintu dibuka, istri korban sudah meninggal di kamar.

Sementara suaminya ditemukan tergantung di kamar mandi,” jelasnya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved