Sabtu, 18 April 2026

WAPRES RI KE BATAM

Kunker ke Batam, Wapres Gibran dan Titiek Soeharto Lepas Benih Lobster ke Keramba

Di tengah teriknya langit Setokok Batam, Wapres Gibran Rakabuming mengikuti tahapan budi daya sebelum panen lobster di BPBL, Rabu (10/9)

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
LEPAS BENIH LOBSTER - Momen Wapres RI, Gibran Rakabuming, Selvi Ananda, dan Titiek Soeharto saat melepaskan Benih Bening Lobster (BBL) di keramba apung perairan Setokok, Bulang, Kota Batam, Rabu (10/9/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di tengah teriknya langit Setokok, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengikuti tahapan budi daya sebelum panen lobster di Balai Perikanan dan Budidaya Laut (BPBL) di Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Rabu (10/9/2025). 

Tahapan itu mulai dari pendederan, pemindahan ke jaring apung, pembesaran lobster hingga waktu panen. 

Acara itu dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, dan didampingi dengan istri Gibran, Selvi Ananda.

Tampak Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga turut hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan ini merupakan panen perdana budi daya lobster setelah di-launching pada Oktober 2024 lalu.

Mengenakan kemeja coklat muda senada dengan Titiek, saat tiba di area keramba apung, mereka diarahkan untuk ke lokasi pelepasan benih, sebelum memasuki acara panen lobster.


Terlihat di sana Benih Bening Lobster (BBL) dengan jumlah puluhan ekor berada dalam wadah kecil yang akan dilepaskan dalam keramba jaring apung untuk dikembangbiakkan.

Gibran dan rombongan mendapat penjelasan singkat terkait budidaya lobster sebelum melepaskan BBL tersebut.

"Ini yang dipindahkan biasanya lobster kisaran usia berapa?," tanya Wapres sembari melihat bentuk BBL.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu menjawab bahwa BBL yang dipindahkan berumur 2-3 bulan.

"Ini usia 2-3 bulan. Tahap awal pemeliharaan di fasilitas yang terkontrol sebelumnya tadi, setelah itu baru dipindahkan dalam keramba," ujar Tb Haeru.

Untuk ukuran BBL sendiri saat dipindahkan ke keramba apung, memiliki berat 5-10 gram per ekor.

Usai proses pelepasan benih secara seremonial, mereka juga ditunjukkan keramba yang berisi lobster dengan ukuran yang lebih besar.

Dimana tahap itu merupakan tahap pembesaran sebelum dipanen.

"Ketika ukuran meningkat sekitar 50 gram atau mencapai ukuran tertentu, dilepas ke kerangkeng medium dan besar," ujarnya. 

Untuk makanan, lokasi budi daya juga bekerja sama dengan nelayan setempat untuk menyuplai kerang coklat.

Sebab kerang coklat juga menjadi makanan untuk lobster berkembang biak. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved