Senin, 4 Mei 2026

PROGRAM MBG

Program MBG Masuk ke SMP 28 Batam, Pihak Kantin Mintak Dilibatkan Karena Omzet Mulai Menurun

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka pedagang kantin akan gulung tikar. Sebab, operasional tak sebanding dengan pemasukan. 

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Beres/TribunBatam
Potret kantor Sekolah SMPN 28 tampak sepi pengunjung dari aktivitas siswa yang jajan 

TRIBUNBATAM.id, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 28 Batam sudah berjalan satu bulan. Ribuan siswa menikmati manfaatnya, namun di sisi lain, pedagang kantin sekolah justru mengeluh omzet turun drastis.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka pedagang kantin akan gulung tikar. Sebab, operasional tak sebanding dengan pemasukan. 

Muliani, salah satu pengelola kantin di SMPN 28 Batam, mengaku penjualannya merosot hingga 80 persen sejak program MBG berjalan. Jika dulu kantin selalu ramai saat jam istirahat, kini banyak dagangan yang tidak laku.

“Program ini bagus untuk anak-anak, mereka senang karena makan gratis dan sehat. Tapi dampaknya kami pedagang kantin sangat terasa. Sekarang kantin jadi sepi, banyak barang yang tidak habis terjual. Omzet benar-benar turun jauh,” ujar Muliani dengan nada kecewa ketika ditemui di kantin, Jumat (19/9/2025).

Ia berharap pemerintah bisa mencari solusi agar program nasional ini tidak mematikan usaha kecil di sekolah. 

"Seharusnya pemerintah melibatkan UMKM, termasuk penjual kantin di sekolah. Misalnya, kantin bisa ikut serta dalam pengadaan makanan, atau jadwal pembagian makan siang bisa diatur supaya kantin tetap hidup,” tambahnya.

Tak hanya di SMPN 28, keluhan serupa juga dirasakan sejumlah pedagang kantin sekolah yang ditemui tribun secara acak.

Misal, SD 001 Sambau, SMP 6 Bengkong. Para pedagang kantin berharap ada solusi dari pemerintah untuk memperhatikan mereka.

Apalagi, kehadiran pedagang kantin jauh lebih dahulu jika dibanding MBG. 

"Jauh sebelum MBG ada, kami sudah cari hidup disini. Sudah belasan tahun, tapi sekarang kantin jadi sepi," keluh pedagang. 

Meski dikeluhkan pedagang kantin, pihak sekolah menilai program MBG berjalan baik. Guru kesiswaan SMPN 28 Batam, Armen Hidayat menyebut tidak ada kendala berarti sejauh ini.

“Alhamdulillah, sejauh ini lancar. Porsi makanan pas, sesuai standar gizi, dan tidak pernah ada laporan makanan basi atau menyebabkan sakit. Saran kami mungkin hanya variasi menu agar siswa tidak bosan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan salah satu siswi, Lutfia Dalia Azhar. Menurutnya, makanan yang dibagikan cukup mengenyangkan meski rasanya kadang kurang sesuai selera.

“Kadang hambar, tapi wajar karena memang makanan sehat. Pembagiannya juga lancar dan porsinya cukup,” katanya.

Program MBG di SMPN 28 Batam membagi makanan dalam dua sesi, pukul 09.30 WIB untuk siswa pagi dan pukul 15.30 WIB untuk siswa siang. Total ada lebih dari 1.150 siswa penerima manfaat.

Bagi siswa, program ini menjadi dukungan penting untuk pemenuhan gizi. Namun bagi pedagang kantin seperti Muliani, kebijakan ini menjadi tantangan besar.

“Anak-anak memang kenyang, tapi kami pedagang harus memikirkan cara baru agar bisa bertahan. Semoga ada jalan tengahnya,” tutupnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved