PROGRAM MBG
Batam Terbanyak Kasus Program MBG Bermasalah, Serpihan Kaca, Ulat, Jangkrik Hingga Mual
Batam terbanyak kasus program MBG bermasalah. Catatan Tribun Batam mengungkap, setidaknya terdapat 9 kasus di Provinsi Kepri. Berikut ini rangkumannya
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terbanyak kasus program Makan Bergizi Gratis atau yang lebih dikenal dengan MBG.
Setidaknya terdapat 7 kasus program MBG bermasalah di Batam pada sejumlah jenjang pendidikan dan kecamatan berbeda.
Sejumlah masalah pada program MBG di Batam di antaranya temuan ulat, jangkrik, serpihan kaca hingga pelajar yang mual dan muntah sesudah menyantap menu makan bergizi gratis itu.
Terbaru, belasan pelajar SDN 016 Sagulung sampai dibawa ke rumah sakit terdekat pada Jumat (26/9/2025) siang.
Mereka mendapat perawatan medis setelah mual, pusing hingga muntah sesudah menyantap menu spaghetti.
Namun dokter RS St Elisabeth Sei Lekop yang mengani belasan pelajar itu membantah adanya dugaan keracunan seperti yang banyak beredar.
Meski sejumlah pelajar menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ia memastikan tidak ada satu pasien yang menjalani rawat inap, atau pun pemeriksaan khusus seperti tes darah.
“Kami tidak pernah menyatakan ini keracunan. Untuk menyebut itu harus ada uji toksikologi, sementara di sini tidak dilakukan,” dr Erie, dokter umum RS St Elisabeth Sei Lekop, Selasa (30/9/2025).
Selain 7 kasus di Batam, terdapat satu kasus masing-masing di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun terkait program MBG yang bermasalah itu.
Total, terdapat 9 kasus program MBG bermasalah di Kepri berdasarkan catatan TribunBatam.id.
Berikut 7 Kasus Program MBG Bermasalah di Batam
1. Ulat di SD HKI Bengkong Sadai
Prgram MBG di SD HKI Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong sebelumnya menjadi sorotan setelah munculnya ulat pada menu makanan bergizi gratis.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkong Sadai angkat bicara terkait temuan ulat di nasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SD HKI Bengkong Atas, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala SPPG Bengkong Sadai, Syahrul Gunawan, menegaskan ulat yang ditemukan bukan berasal dari nasi.
Melainkan dari buah pisang yang ikut disajikan bersama menu MBG hari itu.
"Ini bukan dari nasi, ulat dari buah yang kami sajikan, dan itupun hanya satu ekor di satu ompreng dari 3.170 lebih yang kami salurkan," ujar Gunawan kepada Tribun Batam, Jumat (19/9/2025) sore.
Ia melanjutkan kejadian tersebut baru pertama kali terjadi dan langsung menjadi bahan evaluasi internal.
"Selama ini buah yang kami gunakan aman-aman saja, tidak ada masalah. Pengecekan kita sesuai prosedur, buah-buah pilihan yangg berkualitas yang dipilih," tambahnya.
Gunawan menjelaskan, setiap buah yang dipakai untuk MBG adalah buah pilihan yang dibeli khusus untuk langsung disajikan.
Prosedur pengecekan dan standar kebersihan juga sudah diterapkan.
“Pas barang datang juga sudah kami pastikan buah itu layak, sesuai standar dan kami jg waktu pengemasan sesuai standar kebersihan. Memang ini masih ada satu ekor ulat yang nyelip," tegasnya.
2. Jangkrik di SMAN 14 Batam
Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 14 Batam menuai sorotan.
Seorang pelajar menemukan serangga dalam paket makanannya pada Kamis (18/9/2025). Awalnya, serangga itu diduga anak kecoak hingga membuat heboh setelah orang tua siswa melaporkannya ke media.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Batu Ampar, Yarmanto menegaskan temuan hewan dalam ompreng makana bergizi gratis oleh siswa SMA N 14 Batam bukan kecoa.
“Setelah dicek bersama pihak sekolah, itu bukan anak kecoak, melainkan jangkrik. Jadi berbeda dengan yang ramai dibicarakan,” ujar Yarman kepada Tribun Batam ketika ditemui di dapur yayasan, Senin (22/9).
Yarman menambahkan, seluruh tahapan penyediaan MBG mulai dari pemilihan bahan, proses masak, pengecekan hingga distribusi sudah dijalankan sesuai standar. Kendati demikian, ia mengakui insiden ini menjadi bahan evaluasi serius.
“Kami ingin memastikan pengawasan lebih ketat lagi, baik dari dapur hingga saat makanan tiba di sekolah. Intinya, standar kebersihan tetap jadi prioritas,” ujarnya.
3. Menu MBG di SDN 001 Batuaji VIRAL
Seorang wali murid di Batam mengeluhkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Batuaji yang didistribusikan pada Senin (22/9/2025).
Dalam unggahan tersebut, wali murid tak hanya mengeluhkan porsi MBG yang minim, tetapi juga standar menu yang disajikan.
Unggahan keluhan itu viral di media sosial, menampilkan foto satu porsi makan dalam ompreng yang berisi potongan tahu goreng, sepotong lauk ayam, beberapa irisan singkong goreng, sedikit tumis sayur, serta satu buah pisang dengan saus sambal dalam sachet.
"Tolong bagian dapur MBG Batuaji, ini MBG apa-apaan. Coba kalian saja yang makan atau kasih anakmu sendiri, mau gak makan itu?," tulis seorang pengguna Facebook sembari menyebut makanan itu dibagikan untuk siswa SDN 001 Batuaji pada Senin (22/9/2025).
Wali murid tersebut menilai porsi makanan yang diberikan tidak sesuai standar atau konsep "bergizi", bahkan menyebut kualitas sajian semakin hari semakin mengecewakan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua MBG SDN 001 Batuaji, Budiono, mengatakan menu MBG yang beredar memang benar disajikan.
Namun ia menyebut menu itu sudah sesuai standar gizi yang ditentukan ahli gizi di dapur umum.
"Terkait dengan berita menu MBG yang viral di medsos, bahwa menu MBG setiap hari berbeda. Jadi setiap harinya berganti-ganti sesuai dengan yang disediakan dapur umumnya," ujar Budiono saat ditemui di SDN 001 Batuaji, Rabu (24/9/2025).
Ia menjelaskan, menu MBG bukan dari pihak sekolah yang menentukannya.
Namun menu yang disajikan sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.
"Jadi kami beritahu dulu, menu ini disediakan oleh dapur umum, yang mana di dapur umum ada dua ahli gizi. Makanan yang mereka sajikan hari ini, sesuai dengan standar gizi nasional," katanya.
Dua ahli gizi di dapur umum Pandawa yang memasok makanan itu mendistribusikan MBG ke empat sekolah, yakni SDN 001 Batuaji, SDN 002 Batuaji, SD Prestasi, SDIT dan SMPIT Darussalam.
"Sesuai dengan ahli gizi, memang seperti itulah menu yang kemarin, dan itu sudah sesuai dengan standar gizi nasional," ujar Budiono.
Untuk hari ini, Rabu, menu yang diberikan roti isi daging dan keju. Kemarin menunya ayam, nasi, sayur wortel, dan tempe.
BERITA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>>
4. Pelajar SMP di Nongsa Mual Usai Santap Menu MBG
Seorang siswa di Batam diduga keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Siswa tersebut dilarikan ke Puskesmas Kampung Jabi di Nongsa, Rabu (24/9/2025) untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabar ini beredar di kalangan siswa dan sontak memicu kekhawatiran siswa lainnya, termasuk orang tua. Mereka khawatir dampak mengonsumsi MBG tersebut.
Dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Kampung Jabi, dokter Ade, membenarkan ada seorang siswa SMP mendapatkan perawatan medis di puskesmas dengan keluhan kondisi kesehatan menurun, usai mengonsumsi MBG.
Menurutnya, setelah mendapat penanganan, siswa tersebut bukan keracunan, melainkan sakit perut karena memiliki pantangan mengonsumsi makanan pedas.
"Karena anaknya tadi katanya dia tak pernah makan cabai. Tapi tiba-tiba dikasih makan cabai, jadi sakit perut," ujarnya.
Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Summerland, Yayasan Sinergi Inklusi Akses Pangan, Cyntia Yunica Putri, mengungkap fakta mengejutkan.
Dalam klarifikasinya, Cyntia mengungkap ada dua keterangan berbeda yang diterima tim SPPG.
"Setelah konfirmasi dengan sekolah, pihak sekolah mengatakan pada hari itu (Rabu, 24 September 2025), anak tersebut tidak memakan makanan MBG. Mungkin pada saat itu dia sudah tidak enak badan," ungkap Cyntia di SMPN 8 Batam, Kamis (25/9/2025).
Namun, keterangan berbeda ditemukan ketika tim SPPG melakukan investigasi ke Puskesmas Kampung Jabi di Nongsa.
"Tim kami turun ke Puskesmas. Informasinya mereka bilang, memang benar anak itu makan dari MBG. Yang dia katakan sendiri," lanjut Cyntia.
Menurutnya yang lebih mencengangkan, dari total 3.956 porsi MBG yang diproduksi dapurnya dan tersebar di lima sekolah serta empat posyandu di Kecamatan Nongsa, hanya satu siswa yang melaporkan keluhan kesehatan.
"Dan itu juga yang satu sakit perut, hanya satu saja. Dan sudah dipastikan dari pihak sekolah, dia tidak makan dari MBG," katanya.
Terkait perbedaan keterangan ini, Cyntia menyampaikan rencana investigasi langsung. Sebab, informasinya simpang siur.
"Rencana kami mau mendatangi anak tersebut, karena dari pihak sekolah mengatakan dia memang tidak makan pada hari itu," ucapnya lagi.
BERITA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>
5. Serpihan Kaca di MBG SMAN 4 Batam
Warga SMAN 4 Batam dikejutkan dengan temuan serpihan kaca pada nasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan Selasa (23/9/2025).
Peristiwa ini sontak ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar foto kotak nasi berisi pecahan kaca.
“Ditemukan ada serpihan kaca di nasinya. Waduh makin was-was nih. Coba deh lebih diperhatikan lagi bagi pihak yang terkait. Ini yang makan anak-anak loh,” tulis salah satu akun media sosial, sembari mengunggah foto nasi MBG.
Kepala SPPG SMAN 4 Batam, Rafael Christian, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan, serpihan kaca diduga berasal dari penutup teflon pemasak telur yang pecah di dapur sekolah.
“Diduga itu kaca dari penutup teflon. Saat dibersihkan dan dirakit kembali, ternyata masih ada serpihan kecil yang tertinggal hingga masuk ke nasi lemak,” ujarnya, Jumat (26/9).
Rafael menegaskan insiden ini murni akibat kelalaian dalam pengawasan dapur, bukan unsur kesengajaan. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Ke depan kami akan memperketat pengawasan penyajian MBG agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ketua Koordinator SPPG Batam, Defri Rinaldi, menambahkan, insiden bermula sekitar pukul 01.00 dini hari saat seorang juru masak memperbaiki tutup penggorengan berbahan kaca yang pecah.
“Serpihan saat itu langsung disaring dan dibersihkan. Bahkan juru masak sempat terluka di lengannya. Tapi rupanya masih ada potongan kecil yang terbawa ke makanan,” jelas Defri.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat. “Ini jadi pembelajaran penting bagi kami agar lebih berhati-hati,” katanya kepada saat dihubungi TribunBatam.id, Jumat (26/9).
6. Ulat di Menu MBG SMKN 7 Batam
Temuan ulat sebelumnya ditemukan pada menu makanan bergizi gratis pelajar SMKN 7 Batam.
Ulat tersebut ditemukan pada timun yang menjadi isian burger pada menu Makanan Bergizi Gratis di Batam itu.
Sejumlah pelajar yang melihat ini, sontak kaget dan enggan menyantap menu MBG saat itu.
Kejadian ini sempat viral di medsos.
7. MBG di SDN 016 Sagulung
Sebanyak 18 pelajar SDN 016 Sagulung, Kota Batam dilarikan ke rumah sakit terdekat, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (26/9/2025).
Para siswa yang diketahui masuk pada kelas siang ini merasakan mual, pening, hingga muntah.
Setidaknya sebanyak 17 siswa dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Sei Lekop.
Sementara satu siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas terdekat, karena mual yang dirasakan terjadi pada waktu pulang sekolah.
Dari informasi yang dihimpun, mayoritas siswa yang mengalami gejala ini diketahui baru menyantap beberapa suap menu MBG yang disajikan.
Alih-alih MBG dihabiskan, mereka mengalami gejala tersebut ketika makan.
Mereka merupakan siswa-siswi yang duduk di kelas 3 dan 4 yang masuk siang, sementara kelas pagi dilaporkan aman.
Kepala Sekolah SDN 016 Sagulung melalui guru SDN 016 Emi Afriani membenarkan kejadian tersebut.
"Benar, 17 siswa di RS Elisabeth Sei Lekop, 1 di Puskesmas. Hari ini semuanya sudah masuk. Enggak sampai menginap, penanganan selama lebih kurang 4 jam," ujar Emi saat ditemui di sekolah, Senin (29/9/2025).
Ia menyebut kejadian itu terjadi ketika siswa-siswi yang tengah makan, langsung menyampaikan keluhan mereka.
Dokter Umum RS St Elisabeth Sei Lekop, dr Erie mengatakan, meski belasan siswa sempat diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tidak ada satu pun pasien yang dirawat inap atau menjalani pemeriksaan khusus seperti tes darah.
"Memang ada beberapa murid bersama guru yang datang dengan keluhan pusing, mual, ada yang muntah. Tapi semuanya hanya perlu pemeriksaan awal dan observasi singkat," ujar dr Erie saat ditemui di rumah sakit, Selasa (30/9/2025).
Ia melanjutkan, tidak lebih dari 3 jam penanganan, sejumlah anak sudah dalam kondisi membaik.
"Bisa dikatakan tak lebih dari 3 jam bisa dipulangkan. Untuk yang mengalami muntah juga tak lebih dari 5 siswa," katanya.
Dokter menegaskan, seluruh siswa tidak perlu menjalani pemeriksaan lanjutan seperti tes darah ataupun uji toksikologi.
Keluhan yang datang hanya bersifat ringan, sehingga cukup ditangani dengan observasi singkat dan terapi rawat jalan.
"Semua pasien kondisinya membaik setelah pemeriksaan standar, jadi tidak ada perawatan khusus," tutur dr Erie lagi.
Ia juga meluruskan kabar yang menyebut belasan pelajar itu keracunan makanan. Menurutnya, istilah tersebut tidak tepat, karena tidak ada pemeriksaan laboratorium yang bisa menguatkan klaim tersebut.
“Kami tidak pernah menyatakan ini keracunan. Untuk menyebut itu harus ada uji toksikologi, sementara di sini tidak dilakukan,” katanya.
8. Menu MBG di Bintan Bau dan Disebut Basi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) viral di medsos alias media sosial.
Itu setelah muncul narasi yang menyebut jika menu MBG di Bintan mengeluarkan bau tak sedap bahkan dididuga telah basi.
Hal ini membuat sejumlah pelajar takut mengkonsumsi makanan bergizi program andalan Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut.
Kabar itu tersebar di sejumlah media sosial hingga viral.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Gilang Restu Aji yang dikonfirmasi mengenai hal ini membantah adanya makanan bergizi gratis yang bau.
"Tidak ada makanan bergizi bau atau basi di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam," tegasnya, Rabu (24/9/2025).
Menanggapi hal itu, petugas Puskesmas Teluk Sasah mengecek langsung Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Seri Kuala Lobam, tepatnya di jalan Indunsuri, Kelurahan Tanjungpermai.
"Kami sudah turun ke dapur SPPG. Ada beberapa rekomendasi yang diberikan untuk SPPG," sebut Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan, Rabu (24/9/2025).
Beberapa rekomendasi yang diberikan antara lain mencakup penanganan bahan makanan dan tempat sampah.
9. Belasan Pelajar SMPN 2 Karimun Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG
Sedikitnya 14 pelajar SMPN 2 Karimun dilaporkan mual dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Kamis (25/9/2025).
Beberapa dari mereka bahkan sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Balai Karimun untuk mendapat perawatan medis.
"Hasilnya sudah keluar tinggal tunggu dirilis saja, soalnya hasilnya belum kami terima. Insya Allah kalau sudah diterima kami akan rilis," ujarnya, Senin (25/9/2025).
Sementara Kepala SMPN 2 Karimun, Dra.Abriany,M.M mengungkap jika belasan pelajar yang bereaksi usai menyantap menu MBG sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Hanya satu anak yang masih diistirahatkan di rumah.
"Satu anak yang kemarin sempat dibawa ke RSBT. Kami minta istirahat dulu agar sembuh total," ungkapnya saat dihubungi TribunBatam.id.
Hasil pemeriksaan medis terhadap seorang pelajar SMPN 2 Karimun itu mengungkap jika tidak indikasi keracunan makanan.
Abriany mengungkap jika pelajar tersebut hari itu sedang datang bulan.
Ia menjelaskan jika darah yang keluar saat buang air besar merupakan datang bulan yang ia alami.
BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>>
(TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Bereslumbantobing/Ronnye Lodo Laleng)
| Kepala BGN Tanggapi Protes Guru yang Bandingkan Gaji Mereka Dengan Pencuci Ompreng |
|
|---|
| Diduga Keracunan Ayam Panggang, Belasan Siswa SD As Syifa Alami Mual dan Muntah |
|
|---|
| Polsek Daik Lingga Kawal Distribusi 1.554 Porsi Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Akhirnya Kepala BGN Bantah Harga Motor Listrik MBG Rp58 Juta, yang Benar itu Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| Menteri Purbaya Sebut Presiden Prabowo Tak Tau Ada Anggaran Motor Untuk MBG, Kemenkeu Kecolongan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Potret-siswa-mengangkut-ompreng-MBG-untuk-dikonsumsi.jpg)