Selasa, 5 Mei 2026

Kebakaran di Batam

Cuaca Panas Picu Risiko Kebakaran di Batam, BPBD Minta Warga Waspada

Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan dinilai memperbesar risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka di Batam

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
KEBAKARAN LAHAN DI BATAM - Potret petugas damkar yang berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di tepi jalan Sudirman, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Agus Bendri mengatakan, kemarau yang terjadi saat ini membuat potensi kebakaran cenderung meningkat. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan dinilai memperbesar risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Belakangan ini, hingga 5 Februari 2026 lalu, Damkar Kota Batam mencatat setidaknya 47 kejadian kebakaran yang terjadi selama Januari hingga Februari.

Lahan dan hutan semakn menjadi lokasi yang paling banyak terjadi kebakaran. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Agus Bendri mengatakan, kemarau yang terjadi saat ini membuat potensi kebakaran cenderung meningkat.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya berisiko terjadi pada bangunan, tetapi juga di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.

"Saat ini di Batam terjadi kemarau, potensi kebakaran di Batam menjadi cukup tinggi. Baik itu kebakaran bangunan, hutan, maupun lahan," ujar Agus, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kejadian kebakaran masih dipicu oleh faktor kelalaian manusia. 

Beberapa di antaranya:

  • Membuang puntung rokok sembarangan
  • Membakar sampah, hingga
  • Membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kebiasaan-kebiasaan yang buruk bisa memicu api, terlebih saat cuaca kering dan angin bertiup cukup kencang, sehingga api dapat dengan cepat menjalar," tambahnya.

BPBD Batam pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya yang berpotensi memicu api. 

Warga diminta tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta menghindari membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga lingkungan rumah tetap aman dengan menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas.

"Kami juga mengingatkan warga agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, serta mematikan dan mencabut peralatan elektronik saat tidak digunakan," kata Agus.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Batam mendorong masyarakat untuk menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah maupun tempat usaha. 

Pemasangan smoke detector juga dianjurkan sebagai sistem peringatan dini jika terjadi kebakaran.

Tak hanya itu, warga diminta menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko jika kebakaran terjadi.

Di sisi lain, BPBD Batam juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. 

Seluruh aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan diminta siaga serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

"Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, PBK BP Batam, relawan pemadam kebakaran, hingga unsur masyarakat," ungkapnya.

BPBD Batam juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran, sekecil apa pun. 

Laporan dapat disampaikan melalui Nomor Tunggal Panggilan Darurat Batam Siaga 112 atau Contact Center Polri 110. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved