Banyak Sekolah di Batam Belum Punya Zebra Cross, Keselamatan Pelajar Terancam
Sejumlah sekolah di Batam yang berada di tepi jalan utama dilaporkan belum dilengkapi fasilitas penyeberangan seperti zebra cross
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Keselamatan pelajar saat menyeberang jalan di Kota Batam menjadi atensi.
Terlebih setelah kecelakaan yang menimpa seorang siswi SD SDN 001 Sei Panas, saat menyeberang Jalan Laksamana Bintan, Kecamatan Batam Kota, baru-baru ini.
Siswa tersebut dihantam oleh mobil Daihatsu Rocky berwarna merah. Akibat tabrakan itu, korban menjalani tindakan operasi karena mengalami luka yang cukup serius.
Di lokasi kejadian, tidak terdapat zebra cross yang dapat digunakan sebagai titik aman penyeberangan.
Tak cuma di SDN 001 Sei Panas, sejumlah sekolah di Batam yang berada di tepi jalan utama dilaporkan belum dilengkapi fasilitas penyeberangan, seperti zebra cross atau tanda Zona Selamat Sekolah.
Kondisi ini dinilai berisiko, mengingat beberapa ruas jalan di Batam memiliki hingga lima lajur dengan arus kendaraan yang padat.
Dalam hal ini, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan, pejalan kaki dan pesepeda memiliki prioritas di jalan raya.
Karena itu, pengendara diingatkan untuk lebih berhati-hati, terutama di kawasan sekolah.
"Dalam aturan lalu lintas, pejalan kaki dan pesepeda memiliki prioritas utama di jalan raya. Oleh karena itu, pengendara diwajibkan lebih waspada dan mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri atau orang lain," ujar Afiditya, Minggu (5/4/2026).
Terkait minimnya zebra cross di depan beberapa sekolah di Batam, Afiditya menyebut persoalan tersebut sudah dibahas dalam forum lalu lintas bersama berbagai instansi.
Forum tersebut melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, BP Batam, serta lembaga pendukung lainnya.
Namun pembangunan fasilitas keselamatan seperti zebra cross masih menjadi kewenangan pemerintah dan dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan peran orang tua dan pihak sekolah dalam menjaga keselamatan pelajar.
"Saya imbau kepada para orangtua, terutama bagi anak yang masih bersekolah. Jaga keselamatan anak, jangan sampai mereka menyeberang sendiri, apalagi ini anak SD tanpa pengawasan di jalan yang ramai," katanya.
Sekolah juga disarankan menerapkan zona aman, seperti mengatur sistem antar jemput atau menugaskan petugas membantu pelajar menyeberang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan pengguna jalan, risiko kecelakaan terhadap pelajar diharapkan dapat ditekan. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
| Kesaksian Kepala Djuwita Playgroup Batam saat Belasan Pria Tak Dikenal Datang Hingga Guru Trauma |
|
|---|
| Wanita Muda 5 Kali Curi Tas Pengunjung Waterpark Top 100 Batuaji Batam, Beraksi saat Akhir Pekan |
|
|---|
| Polda Kepri Soal Tambang Pasir di Kampung Jabi Batam, Masih Penyelidikan, Belum Ada Tersangka |
|
|---|
| Pembunuhan Wanita Muda di Batam Masuk Tahap II, Kekasih Bella Yudela Segera Sidang |
|
|---|
| Driver Ojol di Batam Korban Penikaman Sudah Sadar Usai Operasi, Sempat Koma di Rumah Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kompol-Afid060.jpg)