AKSI RAMPAS MOTOR DI BATAM
Pria Bertato di Batam Menangis Kena Amuk Massa, Ternyata Komplotan Begal Korbannya Driver Ojol
Pria bertato di Batam menangis usai kena amuk massa. Ia ternyata pelaku begal yang menyasar seorang driver ojol di Kecamatan Sei Beduk pada Senin lalu
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang pria bertato di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tampak menangis saat dibawa menuju mobil pada Rabu, 22 April 2026 pagi.
Ia rupanya merupakan komplotan begal di Batam yang menyasar Faiz Al Madani (18), seorang driver ojek online di Batam pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 18.20 WIB.
Dalam video yang diterima TribunBatam.id, pria di Batam itu sebelumnya tampak diamankan di salahsatu Poskamling RT 004/RW 016, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Bagian dengkul kiri pria bertato itu tampak luka.
Sejumlah pria yang mengamankannya tampak memberikannya minum.
Warga sekitar yang melihat kerumunan itu membuat suasana ketika itu makin riuh.
Ia sempat mengelak dan tak mengakui perbuatannya.
Pria di Batam itu bahkan berusaha melarikan diri.
Namun, keberadaannya yang diketahui warga membuat situasi sempat ramai.
Hingga pelaku menjadi sasaran amarah warga sekitar.
"Tinggal di Piayu, Om. Ambil motor. Motornya di situ," ujar pria bertato itu ketika ditanya seorang pria.
Mendengar penuturannya, sejumlah anggota Komandi Andalan Driver Online (Komando) Batam bergegas melihat sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 dengan nomor polisi BP 4895 RJ milik korban.
Mereka terkejut ketika melihat kondisi sepeda motor yang sudah dipreteli.
Ia dan barang bukti sempat dibawa ke Mapolsek Batuaji, sebelum diserahkan ke Polsek Sei Beduk.
Kronologi Aksi Rampas Motor Driver Online di Batam
Dari informasi yang dihimpun, aksi perampasan motor di Batam itu terjadi di Simpang Bagan, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin, 20 April 2026 sekira pukul 18.20 WIB.
Korban pada saat itu hendak transaksi jual beli sepeda motor melalui sistem cash on delivery (COD) di Facebook.
"Dari keterangan anggota kami, dia sebelumnya tidak kenal dengan pelaku. Awalnya mereka tahu itu dari COD Facebook," ujar Wakasatgas Komando Batam, Okka saat dikonfirmasi.
Dalam pertemuan yang seharusnya menjadi transaksi biasa, justru berubah menjadi aksi kekerasan.
Okka menjelaskan, salahsatu pelaku diduga menyimpan rasa kesal akibat pengalaman transaksi sebelumnya yang membuatnya lama menunggu.
"Karena kesal, pelaku bersama dua rekannya mendatangi korban, lalu merampas motor dan memukul korban di bagian wajah dan hidung," lanjutnya.
Usai kejadian, korban yang mengalami luka langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dan menjalani visum.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian serta menjalani visum.
Adapun sepeda motor yang dirampas berupa Yamaha Jupiter Z1 dengan nomor polisi BP 4895 RJ.
Korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 21 juta.
Terdapat 3 pelaku yang terlibat dalam aksi rampas motor di Batam ini.
Tim buru sergap (buser) Polsek Sei Beduk meringkus seorang pelaku lainnya di kawasan Tanjung Piayu saat malam hari, tak lama setelah korban melaporkan kejadian tersebut.
Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sei Beduk.
Polisi juga terus mengembangkan kasus dan memburu satu pelaku lain yang masih buron.
Sementara itu Ketua umum KOMANDO Batam, Feryandi Tarigan turut mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.
"Kami selaku masyarakat sangat mengapresiasi kinerja kapolsek sei beduk Iptu Alex Yasral beserta anggota sat reskrim dengan tertangkapnya para pelaku, fast respons dan melakukan kerja nyata," katanya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pria-bertato-pelaku-begal-di-Batam-menangis-kena-angkut.jpg)