DPRD KEPRI
DPRD Kepri Dorong Pemprov Segera Lakukan Pemerataan Guru dan Pegawai
Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mendukung upaya Pemprov Kepri dalam pemerataan guru di sekolah
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dalam mengatasi kekurangan guru mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin.
Ia menyebut, ketersediaan guru di sekolah di Kepri masih belum memenuhi kebutuhan.
Karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendukung upaya Pemprov Kepri dalam pemerataan guru di sekolah.
"Saya mendorong upaya itu segera terealisasi. Jumlah guru kita saat ini sangat kurang," kata Wahyu, Rabu (6/5/2026).
Selain guru, anggota DPRD Kepri dua periode itu juga meminta Pemprov Kepri untuk melakukan pemerataan pegawai yang bertugas di layanan publik.
Ia menyebut, terbaru Gubernur Ansar memindahkan ratusan pegawai RSUD Raja Ahmad Thabib untuk pemerataan pegawai.
"Saya mendorong agar dicek lagi setiap OPD, UPTD, hingga Satker. Bagi instansi yang gemuk, pegawainya bisa dipindahkan ke tempat yang kekurangan," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan Pemprov Kepri akan membuka penerimaan CPNS untuk memenuhi kuota guru.
“Masih ada kekurangan guru. Makanya akan kita kaji dulu untuk penambahan guru,” kata Ansar.
Disampaikan, kekurangan guru ini telah dianalisis di masing-masing sekolah. Salah satu penyebabnya, karena bertambahnya jumlah satuan pendidikan baru setiap tahun.
“Setiap tahun ada penambahan sekolah baru yang jumlahnya cukup banyak. Makanya kita analisis berapa kekurangannya,” kata Ansar.
Meski begitu, langkah rekrutmen akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, termasuk Kemenpan RB.
“Kita akan ke Kemenpan untuk melihat kemungkinan membuka lagi tes penerimaan guru. Tapi ini menyangkut kekuatan anggaran kita, jadi akan dibahas terlebih dahulu,” ucapnya.
Ia berharap, jika proses berjalan lancar, rekrutmen guru bisa dilakukan dalam waktu dekat guna menambah kebutuhan guru yang masih kekurangan.
“Kalau memungkinkan kita minta tahun ini, mungkin akhir tahun, sehingga tahun depan mereka sudah bisa mulai bertugas,” pungkasnya.
Kepala Disdik Kepri, Andi Agung menjelaskan, pihaknya masih menghitung kebutuhan guru baru untuk pemenuhan guru di beberapa sekolah.
Ia menyebut, kekurangan ini disebabkan karena ada beberapa sekolah baru yang akan dibangun di Kepri pada tahun 2026 dan 2027.
“Rencana ada 10 sekolah baru, sehingga ini membutuhkan tambahan guru. Belum lagi masih ada sekolah yang membutuhkan beberapa guru,” katanya.
Kekurangan guru ini, nantinya akan diambil dari beberapa guru dari sekolah yang memiliki kuota guru berlebih.
“Ada beberapa sekolah di Batam yang gurunya berlebih, nanti kita coba sesuaikan,” ujarnya.
Meski begitu, Andi belum dapat memastikan kapan rencana penambahan guru lewat jalur PNS tersebut terealisasi.
“Kalau untuk penambahan masih harus kita hitung berapa kebutuhannya, baru kita sampaikan ke Gubernur,” kata Andi. (adv)
| Reses Wakil Ketua DPRD Kepri, Bahktiar Siap Kawal Semenisasi Jalan hingga Keluhan Nelayan |
|
|---|
| Jelang Hari Buruh 2026, DPRD Kepri Dorong UU Ketenagakerjaan yang Lebih Adil |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Kepri Kunjungi RSUD RAT, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Baik |
|
|---|
| Buaya Kerap Muncul di Pulau Bintan dan Resahkan Warga, DPRD Kepri Minta BKSDA Turun Tangan |
|
|---|
| Nasib 1.499 Guru PPPK Paruh Waktu di Kepri Belum Jelas, Komisi IV DPRD Dorong Solusi Pasti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sekretaris-Komisi-II-DPRD-Kepri-Wahyu-Wahyudin-farsih-hariankepricom.jpg)