Jumat, 8 Mei 2026

Dua Nelayan Batam Pulang dengan Selamat setelah Hanyut hingga Perairan Malaysia

Dua nelayan Batam yang sempat hanyut hingga perairan Malaysia akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Kamis (7/5) lalu

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa untuk Tribun Batam
NELAYAN BATAM - Pemulangan dua nelayan asal Pulau Pecong, Belakangpadang Batam, yang hanyut hingga ke Perairan Malaysia karena kehabisan BBM di tengah laut, Kamis (7/5/2026) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua nelayan asal Batam yang sempat hanyut hingga ke perairan Malaysia, akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah beberapa hari berada di Johor Bahru, Malaysia pada Kamis (7/5/2026) kemarin.

Kedua nelayan yakni SDN dan MDI diketahui berasal dari Desa Pecong, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Mereka sebelumnya dilaporkan terombang-ambing di laut usai kehabisan bahan bakar saat melaut pada akhir April 2026.

Selama proses administrasi berlangsung, keduanya ditampung sementara di fasilitas milik KJRI Johor Bahru.

Kondisi mereka dipastikan aman sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Pemulangan dilakukan melalui mekanisme serah terima di laut pada titik perbatasan perairan Indonesia dan Malaysia yang telah disepakati kedua pihak. 

Proses tersebut melibatkan kerja sama otoritas maritim Malaysia dengan aparat Indonesia.

Di titik perbatasan, kedua nelayan beserta perahunya diserahkan kepada personel Satuan Polairud Polresta Barelang yang menggunakan kapal patroli untuk menjemput mereka kembali ke Batam.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, mengapresiasi koordinasi sejumlah instansi dari kedua negara yang dinilai membuat proses pemulangan berjalan lancar dan aman.

"Sinergi yang kuat antarinstansi ini memastikan proses pelindungan dan fasilitasi pemulangan warga negara kita dapat berjalan dengan cepat, aman, dan lancar," ujar Sigit dikutip dari siaran persnya pada Jumat, (8/5/2026).

Dalam proses tersebut, sejumlah pihak turut terlibat, di antaranya Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Johor, Satpolairud Polresta Barelang, Polda Kepri, KPLP Batam, KSOP Batam, hingga Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved