Selasa, 9 Juni 2026

BERITA POPULER BATAM

Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Video Penganiayaan Dwi Putri Diputar Saat Sidang di PN Batam

Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Jaksa memutar video penganiayaan terhadap Dwi Putri saat sidang di Pengadilan Negeri Batam

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
SIDANG - Enam orang saksi dihadirkan dalam sidang kasus pembunuhan Dwi Putri Apriliandini di Pengadilan Negeri Batam, Senin (8/6/2026) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Seorang warga negara Singapura ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di salah satu unit apartment Pollux di Batam Kota, pada Senin (8/6/2026) malam.

Informasi yang dipeorleh Tribun, mayat wanita berimisial LT (59) itu ditemukan di tower 2 Bluhen lantai 38 sekira pukul 21:00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Rahmat Susanto membenarkan adanya penemuan mayat WN Singapura itu.

"Benar, ditemukan mayat wanita WN Singapura, tadi kamindari Polsek Batam Kota bersama inafis sudah melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah," ujar Iptu Rahmat.

Masih di Batam, sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap calon pemandu lagu di Batam, Dwi Putri Apriliandini di Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Senin (8/6/2026), menghadirkan enam orang saksi.

Para saksi itu, lima di antaranya dari pekerja MK Management dan satu orang dari tenaga medis yang diminta mengecek kondisi korban.

Mereka yakni Wilma alias Ira (22), Putri Meliani alias Keyla (25), Finka Pasaribu (23), Salsabila alias Abigail (22), Aloi Reinka (Koordinator LC) dan Rita Marlinda (bidan).

Sidang yang berlangsung di ruang sidang utama itu menghadirkan empat terdakwa, yakni Wilson Lukman alias Koko, Anik Istiqomah alias Meylika alias Mami, Salmiati alias Papi Charles, dan Putri Eangelina alias Papi Tama.

Jalannya sidang hari ini digelar secara tertutup dan terbuka, karena JPU menayangkan video penganiayaan yang dilakukan para terdakwa kepada korban.

Dua informasi itu adalah di antara berita populer pilihan Tribun Batam hari ini, berikut informasinya :

Viral Pasien Disabilitas Keluhkan Layanan RSUD RAT Tanjungpinang, Direktur Beri Penjelasan

VIDEO VIRAL  - Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).  Pelayanan kesehatan di RSUD RAT di Tanjungpinang viral di media sosial
VIDEO VIRAL - Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Pelayanan kesehatan di RSUD RAT di Tanjungpinang viral di media sosial(Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng)
Ringkasan Berita:
  • Pasien disabilitas bernama Iwan Arifin memprotes lambatnya pelayanan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib
  • Iwan mengeluhkan antrean yang tidak kunjung dipanggil sejak pagi hingga sore hari
  • Direktur RSUD RAT membantah adanya diskriminasi dan menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena dokter spesialis masih dipinjam dari RSAL
  • Pihak rumah sakit mengklaim pasien sudah tidak ada di lokasi saat nomor antreannya akhirnya dipanggil

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) di Tanjungpinang jadi sorotan publik. 

Itu setelah seorang pasien penyandang disabilitas bernama Iwan Arifin melakukan protes atas lambatnya penanganan medis di sana.

Kala itu, Iwan datang ke RSUD RAT untuk kontrol ke dokter dan meminta rujukan terapi lanjutan atas rekomendasi dokter spesialis bedah saraf.

"Saya sudah datang sejak pagi dan saya sudah bertanya ke petugas, apakah nama saya sudah terdaftar. Namun petugas menyuruh saya menunggu. Namun hingga pukul 17.00 WIB, saya belum dipanggil juga," kata Iwan.

Mengingat kondisinya yang kurang stabil, karena belum makan, dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved