Kamis, 11 Juni 2026

10 Tahun Mengabdi, RSSD Batam Siapkan Layanan Unggulan dan Alat Medis Canggih

RSSD Batam merayakan hari jadinya yang ke-10 dengan penuh suka cita di Aula Lantai I gedung rumah sakit, Rabu (10/6/2026). 

Tayang:
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
RUMAH SAKIT DI BATAM - Pendiri Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito (RSSD), Sri Soedarsono memberikan motivasi semangat satu dekade kepada seluruh karyawan pada perayaan HUT ke-10 di Aula Lantai I gedung rumah sakit, Rabu (10/6/2026). Pendiri RSSD, Sri Soedarsono, mengenang perjalanan rumah sakit yang tidak selalu mudah. Menurutnya, pandemi Covid-19 sempat menjadi ujian berat bagi dunia kesehatan, termasuk bagi RSSD. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito (RSSD) Batam merayakan hari jadinya yang ke-10 dengan penuh suka cita di Aula Lantai I gedung rumah sakit, Rabu (10/6/2026). 

Mengusung tema "10 Tahun Mengabdi dan Berinovasi untuk Kesehatan Anda", perayaan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pemotongan tumpeng, penampilan paduan suara karyawan, hingga pemberian penghargaan kepada pegawai yang telah mengabdi selama satu dekade.

Suasana aula tampak semarak dengan dekorasi balon dan ornamen perayaan yang menghiasi ruangan. 

Momen tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan RSSD yang telah melayani masyarakat Batam selama 10 tahun terakhir, termasuk menghadapi masa-masa sulit saat pandemi Covid-19 melanda.

Pendiri RSSD, Sri Soedarsono, mengenang perjalanan rumah sakit yang tidak selalu mudah. Menurutnya, pandemi Covid-19 sempat menjadi ujian berat bagi dunia kesehatan, termasuk bagi RSSD.

"Baru tiga tahun berjalan, Covid-19 datang dan menghantam semua sektor kehidupan masyarakat. Namun kami memilih untuk tetap bertahan dan terus memperbaiki pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya di hadapan seluruh karyawan rumah sakit. 

Memasuki usia satu dekade, RSSD tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga menyiapkan langkah besar untuk pengembangan layanan kesehatan.

Sri Soedarsono mengungkapkan rumah sakit yang selama ini dikenal sebagai rujukan penanganan korban kecelakaan lalu lintas tersebut tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas dan peralatan medis modern yang belum banyak tersedia di Batam.

Salah satu yang menjadi fokus pengembangan adalah pengadaan alat CT Scan terbaru dan sejumlah perangkat medis berteknologi tinggi yang ditargetkan mulai beroperasi paling lambat Oktober 2026.

"Kami sedang membenahi perlengkapan rumah sakit. Alat-alat canggih sedang dalam proses pengadaan. Mudah-mudahan paling lambat Oktober sudah masuk dan bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat," katanya.

Menurutnya, pengadaan alat kesehatan tersebut membutuhkan investasi besar. Namun langkah itu tetap dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Batam dan Kepri.

"Nilainya tidak murah, bisa mencapai miliaran rupiah. Tetapi mau tidak mau harus kami lakukan agar pelayanan kesehatan semakin lengkap dan masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah," ujarnya.

Pengembangan layanan RSSD juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan kawasan industri yang terus berkembang di Batam.

Sri Soedarsono menyebut rumah sakit yang berada di kawasan strategis itu nantinya akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan bagi para pekerja industri, khususnya di wilayah Kabil, Batuaji, Tanjunguncang, hingga Batam bagian utara.

Selain melayani pekerja, fasilitas tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum yang membutuhkan layanan kesehatan dengan peralatan medis yang lebih lengkap.

"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang belum ada di Batam. Targetnya memang pekerja industri, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan layanan ini," katanya.

Pada perayaan tersebut, manajemen RSSD juga memberikan penghargaan kepada tujuh karyawan yang telah mengabdi sejak rumah sakit berdiri 10 tahun lalu.

Mereka menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Bagi Sri Soedarsono, keberhasilan RSSD hingga memasuki usia ke-10 tidak terlepas dari peran seluruh tenaga kesehatan dan karyawan yang terus bekerja dengan penuh pengabdian.

"Saya sudah 50 tahun tinggal di tanah Melayu ini. Rumah sakit ini tumbuh bersama masyarakat Batam. Karena itu kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik," tutupnya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved