Truk ODOL di Lingga Marak, Sopir Sebut Imbas Penarikan Subsidi Kapal Roro
Truk ODOL atau muatan berlebih marak ditemui di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Sopir pun mengungkap alasannya. Ada apa sebenarnya?
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Keberadaan kendaraan besar dengan muatan berlebihan atau Over Dimension Over Load (ODOL) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri menyita perhatian saat ini.
Rata-rata truk membawa kebutuhan pokok menggunakan jasa Kapal Roro, baik dari Kota Batam, Provinsi Kepri dan Kuala Tungkal, Jambi.
Namun, sejumlah sopir truk dan mobil bak terbuka menyebutkan bahwa barang yang over kapasitas ini bukan tanpa sebab.
Hal itu terpaksa mereka lakukan, karena tarif penggunaan Roro terlalu mahal.
Kondisi ini disebabkan karena pemerintah menghentikan subsidi tarif Roro pada tahun 2023.
"Kalau kami bawa barang tidak over kapasitas, itu tidak sesuai yang kami dapatkan, bisa dibilang rugi. Ongkos Roro lebih mahal dari pada hasil yang didapat," ungkap salah seorang sopir mobil bak terbuka kepada TribunBatam.id.
Tak hanya berlaku bagi penumpang, tetapi tarif tiket Roro bagi kendaraan naik dua kali lipat sejak tahun 2023.
Hal itu berawal saat pihak ASDP memberikan dua opsi kepada Pemerintah Kabupaten Lingga, yakni permintaan subsidi daerah dan penyesuaian tarif.
Opsi ini dilakukan, agar KMP Senangin yang melayani rute Batam-Jagoh-Kuala Tungkal tidak dialihkan ke Kabupaten Bengkalis. \
Karena pemerintah pusat menghentikan subsidi yang diberikan sebelum tahun 2023.
Dua permintaan ini berdasarkan perkiraan pihak ASDP yang merugi sebesar Rp 3,5 Milyar setahun, jika dengan tarif subsidi yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI.
Pemerintah Provinsi Kepri setujui permintaan penyesuaian harga tiket Kapal Roro tersebut.
Melalui surat keputusan No 455 Tahun 2023 Tanggal 27 Maret 2023, Gubernur Kepri memutuskan besaran tarif kapal Roro Lintasan Batam-Jagoh, yakni, penumpang dewasa Rp 144.000 dan bayi.Rp Rp 14.800
Sementara untuk kendaraan Golongan I (sepeda) Rp 143.000, golongan II (Sepeda motor bebek) Rp 248.000, golongan III (Sepeda motor besar)Rp 1.067.000, golongan IV.
Kendaraan penumpang Rp 2.010.000, Kendaraan Barang Rp 1.949.000, golongan V kendaraan Penumpang Rp 3.160.000, kendaraan Barang Rp 3.026.000, golongan VI kendaraan Penumpang Rp 4.423.000.
Kendaraan Barang Rp 3.901.000. Golongan VII Rp 5.107.000, golongan VIII Rp 7.122.000. dan golongan IX Rp 10.286.000.
"Untuk kami yang bawa pikap kena Rp 1.949.000," tambahnya.
Menurut pria tersebut, jika tidak dalam kondisi ini, berpotensi imbas harga sembako naik. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
| Delegasi Kerajaan Pahang Malaysia Berkunjung ke Lingga Besok, Ini Agenda Kunjungannya |
|
|---|
| Jadwal Kapal Roro Telaga Punggur Batam Hari Rabu 22 April 2026, Trip Terakhir ke Bintan 18.00 WIB |
|
|---|
| Turnamen Voli Mapelda Open 2026 di Lingga Utara Ditutup, Juaranya Zi Club dan Tiga Berlian |
|
|---|
| Imbauan Tak Digubris, Masih Ada Oknum Buang Sampah di Kampung Boyan Singkep Lingga |
|
|---|
| Hujan Deras Guyur Dabo Singkep di Lingga, Sejumlah Ruko Tempat Usaha dan Jalan Terendam Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Truk-ODOL-terguling-di-Pelabuhan-Roro-Jagoh-Lingga.jpg)