Sabtu, 25 April 2026

LINGGA TERKINI

Harga Sembako di Lingga Melonjak, Warga Berharap Jadwal Roro ke Jambi Ditambah

Harga sembako yang melonjak tinggi, berdampak pahit bagi masyarakat di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau

Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Febriyuanda
Potret keberangkatan penumpang Kapal Roro KMP Senangin di Pelabuhan Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Warga harapkan penambahan jadwal keberangkatan kapal ini dari Jagoh ke Kuala Tungkal, untuk kelancaran pasokan sembako. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Harga sembako yang melonjak tinggi, berdampak pahit bagi masyarakat di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu usai barang dari Batam yang tak diperbolehkan masuk lagi ke Kabupaten Lingga.

Saat ini, sejumlah pedagang hanya mengandalkan pasokan sembako dari Jambi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Lingga.

Meski begitu, saat ini mobilitas pasokan sembako dari Jambi dengan transportasi Kapal Roro ke Pelabuhan Jagoh, Lingga, hanya berlayar sekali dalam satu pekan.

Dengan minimnya pelayaran Roro dari Kuala Tungkal Lingga, dinilai memicu kurangnya pasokan sembako hingga membuat harga melonjak naik.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Dabo Singkep, Tomi, saat ini semua harga kebutuhan sembako dari bawang hingga cabai melonjak tinggi.

Ia pun berharap dengan solusi, agar transportasi membawa sembako bisa dilancarkan ke Kabupaten Lingga.

"Kalau ingin barang ini murah, trasnportasi ke Dabo ini dilancarkan, kalau bisa seminggu dua kali (Roro ke Kuala Tungkal Jambi)," ungkap Tomi,  Sabtu (27/12/2025).

Senada dengan pedagang tersebut, sejumlah sopir Ekspedisi pengangkut sembako juga berharap hal yang sama.

Menurut salah seorang sopir, Sandi, bahwa saat ini Kabupaten Lingga hanya bisa mengandalkan pasokan dari Jambi.

Namun, untuk menurunkan harga di pasar, pihaknya menilai trayek dari Dabo ke Jambi harus ditambah.

Mengingat sebelumnya, pelayaran Roro KMP Senangin sempat beroperasi dua kali dalam sepekan.

Pada saat itu, tidak ada masalah kelangkaan atau lonjakan harga di pasaran Kabupaten Lingga.

Namun, tiba-tiba pihak terkait melakukan pengurangan jadwal pelayaran, sehingga pasokan sembako dari Jambi ke Lingga terbatas.

"Kami sudah melayangkan surat permohonan penambahan jadwal ke Bupati Lingga, Kepala Dinas perhubungan Lingga, Kepala Manager ASDP Batam. Tapi, sampai sekarang belum ada tanggapan," ungkap Sandi kepada Tribunbatam.id.

Menurutnya, meski saat ini pasokan dari Batam tidak bisa masuk lagi, namun sembako dari Jambi sangat dimungkinkan cukup untuk masyarakat Kabupaten Lingga jika pelayaran dilancarkan.

Jika mengandalkan kapal kayu, dirinya menilai hal itu juga belum efektif untuk memperlancar pasokan.

Karena, lanjutnya, pelayaran Kapal Kayu bisa dengan waktu tiba bisa 4-5 hari dan bergantung dengan keadaan cuaca.

"Sudah empat bulan Roro dari Tungkal ke Dabo hanya berlayar sekali dalam seminggu, kalau bisa kembalikan jadwal lama menjadi dua kali dalam seminggu," tuturnya.

Dia berharap, dengan penambahan jadwal tersebut masyarakat Kabupaten Lingga bisa terbantu dari segi ekonomi maupun pariwisatanya.

"Meski dari Batam barang tak masuk, tapi dengan ada penambahan jadwal dari Jambi, pasokan sembako ke Lingga tercukupi dan dipastikan harga barang bisa turun," tambahnya.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved