Kamis, 9 April 2026

Rumah Ambruk di Lingga

Rumah Warga Lingga Ambruk saat Air Laut Pasang, Kades Laboh: Sudah Kami Ingatkan

Kades Laboh, Padillah ungkap penyebab rumah warga Lingga yang ambruk ke laut saat air laut pasang, Jumat (9/1/2026) sekira pukul 05.43 WIB.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
RUMAH AMBRUK DI LINGGA - Kondisi rumah yang dihuni Suhardi, warga Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga,Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (9/1/2026). Kepala Desa (Kades) Laboh, Padillah mengungkap penyebab rumah di atas laut itu roboh saat air laut pasang sekira pukul 05.43 WIB. 
Ringkasan Berita:
  • Rumah warga Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dihuni Suhardi dan keluarga ambruk ke laut, Jumat (9/1/2026).
  • Kapolsek Senayang, Iptu Sarjono mengungkap peristiwa itu terjadi sekira pukul 05.43 WIB, saat air laut pasang.
  • Kepala Desa (Kades) Laboh, Padillah mengungkap penyebab ambruknya rumah warga yang lokasinya bersebelahan dengan gudang miliknya.

 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Rumah di atas laut yang dihuni Suhardi dan keluarganya, warga Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ambruk pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 05.43 WIB.

Rumah warga yang ambruk itu sontak membuat terkejut warga dengan suara yang menggelegar.

Suasana air laut yang pasang seketika bangunan kayu tersebut roboh dan jatuh ke laut bersama sejumlah perabotan di dalamnya.

Kapolres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Senayang, Iptu Sarjono, saat dikonfirmasi mengungkap, selain dipicu karena gelombang air pasang, rumah ambruk tersebut diduga kuat diakibatkan karena tiang bangunan yang patah karena sudah tua.

"Tiang penopang bangunan rumah yang terus terendam air laut diketahui telah rapuh dimakan usia hingga akhirnya ambruk," ungkapnya.

Kondisi ini dibenarkan Kepala Desa (Kades) Laboh, Padillah, kepada TribunBatam.id, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Ia mengatakan, kondisi gelombang laut tidak terlalu tinggi, meski saat itu tengah pasang.

"Karena rumah Beliau di sebelah gudang saya juga. Tapi kondisi tiang kayunya memang sudah rapuh sudah lama," ungkap Padilah lewat sambungan telepon via WhatsApp.

Sebelumnya, dirinya mengaku bersama warga setempat juga telah mengingatkan pemilik rumah untuk mengganti tiang rumah berkali-kali.

Bahkan sebelum memasuki musim utara, kondisi tiang sudah terlihat nyaris patah.

"Saat musim Selatan sudah kami ingatkan juga, tapi nampaknya belum diganti, jadi akhirnya ambruk," ungkap Padilah.

Padilah juga menerangkan, bahwa beberapa hari terakhir air laut terjadi pasang besar, sehingga memperparah kerusakan tongkat kayu.

Saat peristiwa tersebut, pemilik dan warga setempat tampak melakukan evakuasi terhadap barang perabotan atau material berharap yang dikhawatirkan hanyut ke laut.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved