Peringatan Isra Mi’raj di Lingga Berbalut Tradisi Hidup, Hikayat Hingga Makan Berhidang
Peringatan Isra Mi'raj berbalut tradisi makan di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri,
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Nuansa peringatan Isra Mi’raj begitu terasa kental di perkampungan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Tradisi yang diwariskan turun-temurun kembali hidup di Surau Al Istiqomah, Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat pada malam peringatan Isra Mi’raj, Kamis (15/1/2026).
Sejak menjelang malam, suasana surau tampak lebih ramai dari biasanya.
Perkampungan yang umumnya sunyi dengan iringan suara jangkrik mendadak dipenuhi bualan warga.
Sejumlah warga tampak beranjak dari rumah masing-masing, menenteng talam berisi hidangan yang ditutup tudung saji.
Sekira pukul 19.45 WIB, satu per satu warga memasuki surau kecil tersebut.
Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia hadir mengenakan pakaian muslim yang tertutup.
Laki-laki dan perempuan berkumpul dalam satu ruang, membawa serta hidangan untuk disantap bersama.
Hidangan tersebut berupa talam yang ditutup dengan tudung saji pandan.
Menjadi tradisi masyarakat Melayu, untuk mengadakan bersama atau disebut dengan makan berhidang.
Beragam makanan tersaji di dalam talam, mulai dari mi, lontong, kue-kue, nasi lemak hingga aneka makanan tradisional lainnya.
Seluruh hidangan dikumpulkan di dalam surau sebelum acara dimulai.
Sebelum makan bersama, tokoh agama setempat membacakan hikayat perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Suasana surau pun menjadi khidmat, dengan warga duduk bersila menyimak lantunan kisah tersebut.
“Sebelum kita makan bersama, seperti biasa kita membaca hikayat perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj,” ungkap Wahab, salah satu tokoh agama setempat.
Sekitar satu jam kemudian, pembacaan hikayat ditutup dengan doa bersama.
Setelah itu, warga mulai menyantap hidangan secara berkelompok.
Satu talam biasanya dinikmati oleh empat hingga lima orang.
Tidak berupa nasi sebagai menu utama, melainkan aneka makanan ringan hingga sedang yang berbeda-beda di setiap talam.
“Masing-masing menyantap makanan berbeda, sesuai hidangan yang mereka dapatkan,” ujar salah seorang warga.
“Saya dapat nasi lemak, Alhamdulillah,” ungkap Dhanang sambil tersenyum.
Keriuhan pun terasa di dalam surau. Warga saling berbincang akrab sambil menikmati hidangan, duduk bersila tanpa sekat, mencerminkan kehangatan dan rasa kebersamaan.
Di surau kecil yang dihadiri tak lebih dari 80 orang itu, tradisi makan berhidang menjadi sarana mempererat tali kekeluargaan.
Tradisi peringatan Isra Mi’raj dengan makan bersama ini telah lama menjadi kebiasaan masyarakat Melayu, khususnya di Kabupaten Lingga.
Selain sebagai bentuk syukur dan peringatan hari besar Islam, tradisi ini juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga.
Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, acara pun berakhir.
Warga kemudian kembali ke rumah masing-masing sambil menenteng talam yang kini terasa lebih ringan, setelah seluruh hidangan ludes disantap bersama.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
| Empat Siswa SMAN 1 Lingga Ikuti Ajang Duta GenRe 2026 Tingkat Kabupaten |
|
|---|
| Hidupkan Poskamling, Satbinmas Polres Lingga Perkuat Sinergi dengan Warga |
|
|---|
| PLN Dabo Singkep Lingga Pastikan Isu Kenaikan Tarif Listrik April-Juni 2026 Hoaks |
|
|---|
| Baznas RI Buka Peluang Kerja Sama dengan Pemkab Lingga, Dorong Ekonomi Umat |
|
|---|
| Pertamina Pastikan 670 KL BBM Tiba di Lingga Malam Ini, Besok Disusul 370 KL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Isra-Miraj-2026-di-Lingga-kepri.jpg)