Rumput Laut Pulau Lalang Jadi Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Pesisir Lingga
Masyarakat pesisir Pulau Lalang, Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kembangkan budidaya rumput laut.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Dinas Perikanan Kabupaten Lingga meninjau sekaligus membina pengembangan budidaya rumput laut di Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan baru-baru ini.
Peninjauan itu bersama Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam yang merupakan UPT Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendorong pengembangan sektor budidaya laut yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman, mengatakan pengembangan budidaya rumput laut di Desa Pulau Lalang, kini dijadikan sebagai lokasi percontohan di Kabupaten Lingga.
Hal itu karena dinilai cukup berhasil dan menjanjikan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurut Sutarman, program ini juga sejalan dengan pengembangan kawasan rumput laut yang terintegrasi melalui konsep bioekonomi kelautan yang digagas melalui inisiatif Kebula Marine Bioeconomy Initiative.
“Pengembangan kawasan rumput laut ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem bioindustri laut yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis hingga memperkuat akses pasar bagi hasil budidaya masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal pengembangan dilakukan di lahan seluas satu hektare dengan penebaran bibit sekitar 2,5 ton.
Seiring perkembangan, kini luas budidaya telah meningkat menjadi sekitar lima hektare dengan jumlah bibit mencapai 10 ton.
Untuk tahun 2026, lanjutnya, pengembangan kawasan budidaya rumput laut tersebut ditargetkan mencapai 20 hektare dengan estimasi produksi rumput laut basah berkisar antara 50 hingga 60 ton.
Dalam program ini, tercatat sebanyak 60 masyarakat yang tergabung dalam enam kelompok pembudidaya ikut terlibat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang merupakan kaum ibu yang berperan dalam pemasangan bibit, sementara 40 orang lainnya merupakan pembudidaya laki-laki yang menangani proses pemeliharaan hingga panen.
Sutarman berharap, melalui pengembangan budidaya rumput laut ini, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus meningkat serta mampu membuka lapangan kerja baru di sektor perikanan budidaya di Kabupaten Lingga.
Ia juga menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan agar budidaya rumput laut tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
| TP PKK Lingga Siapkan Kampung CERIA dan Lomba Vlog, Libatkan Kader Posyandu |
|
|---|
| MTs Darul Qalam Senayang Lingga Jalani Proses Akreditasi, Tingkatkan Mutu Pendidikan |
|
|---|
| Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Lingga Dorong Kolaborasi hingga Inovasi Daerah |
|
|---|
| Rafa dan Daffa, Dua Pelajar Asal Lingga Dipanggil Tampil di Kejurnas Voli U-18 Jakarta |
|
|---|
| MBG Hidupkan Pasar Dabo Singkep Lingga, Syahrul Senang Penjualan Buah Meningkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Budidaya-rumput-laut-pulau-lalang-lingga.jpg)