Rabu, 22 April 2026

Dari Pekarangan Sederhana, Cabai Rawit Hasil Panen Perdana PP Lingga Tembus Pasaran Lokal

750 batang cabai rawit yang ditanam di halaman kantor PP Lingga kini mulai menghasilkan, bahkan mampu menyuplai kebutuhan pasar lokal di Dabo Singkep

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id via bpbatam.go.id/Febriyuanda
PANEN PERDANA - Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Armanto bersama Camat Singkep, Agustiar, saat melakukan panen cabai rawit di halaman Sekretariat MPC PP Lingga, yang berlokasi di Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (8/4/2026). 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Deretan tanaman cabai rawit tampak menghijau di halaman Sekretariat MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lingga di Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep. 

Ratusan batang cabai yang ditanam rapi dalam polybag itu tumbuh subur. Sebagian di antaranya sudah memerah, menandakan masa panen telah tiba.

Pemandangan tersebut menjadi bukti nyata gerakan tanam cabai yang digagas Pemuda Pancasila Lingga bukan sekadar wacana.

Sebanyak 750 batang cabai rawit yang ditanam kini mulai menghasilkan, bahkan mampu menyuplai kebutuhan pasar lokal di Dabo Singkep.

Suasana panen perdana pada Rabu (8/4/2026) terasa berbeda.

Sejumlah pengurus organisasi tampak memetik cabai satu per satu.

Sementara Camat Singkep, Agustiar, turut hadir memanen, menyaksikan sekaligus memberi dukungan terhadap program ketahanan pangan tersebut.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga, Armanto Arsyad, mengatakan gerakan tanam cabai ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi ketahanan pangan daerah, khususnya untuk menekan ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah.

Menurutnya, program ini sudah mulai dijalankan dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ranting dengan jumlah tanaman yang bervariasi.

“Kami mulai dari tingkat bawah. Ada yang menanam sampai 1.200 pohon, ada juga yang mulai dari 150 bibit di tingkat ranting,” ujar Armanto.

Ia menegaskan, program tersebut dirancang sebagai gerakan jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ke depan, setiap ranting bahkan direncanakan akan mendapat bantuan sekitar 100 polybag sebagai media belajar sekaligus mendorong masyarakat ikut menanam.

Armanto berharap, melalui gerakan ini Kabupaten Lingga bisa secara bertahap memenuhi kebutuhan cabai dari produksi lokal. Dengan begitu, fluktuasi harga akibat pasokan dari luar daerah dapat ditekan.

“Kita ingin cabai ini benar-benar digalakkan, supaya kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” katanya.

Ia menyebut harga cabai di pasaran saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, angka yang dinilai masih relatif stabil.

Pihaknya berharap harga tersebut dapat terus terjaga agar tidak kembali melonjak dan memberatkan masyarakat.

Dari panen perdana, sekitar 30 kilogram cabai berhasil dipetik dari 670 batang tanaman yang sudah produktif.

Hasil panen tersebut langsung dipasarkan ke Pasar Dabo Singkep serta dijual kepada masyarakat dengan harga normal.

Selain cabai, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk menanam terong.

Tanaman sayuran itu juga menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

Dari sekitar 100 batang terong, panen rutin setiap pekan bahkan mampu memberikan tambahan pemasukan hingga ratusan ribu rupiah.

Camat Singkep, Agustiar, mengapresiasi inisiatif tersebut.

Ia menilai gerakan yang dilakukan Pemuda Pancasila sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah melalui program pemberdayaan masyarakat.

“Ini motivasi yang sangat baik dan sejalan dengan program PKK dalam memanfaatkan lahan pekarangan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan serupa dapat terus berkembang hingga ke seluruh ranting di Kecamatan Singkep.

Dengan semakin banyak masyarakat yang menanam cabai dan sayuran, ia optimistis upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membantu perekonomian warga.

Di tengah tantangan harga bahan pokok yang kerap bergejolak, cabai-cabai merah yang tumbuh di halaman sekretariat organisasi itu kini bukan sekadar tanaman.

Ia menjadi simbol harapan, dari pekarangan sederhana, kemandirian pangan bisa mulai ditanam untuk masa depan Lingga.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved