Kamis, 23 April 2026

Harga Cabai di Natuna

Harga Cabai Rawit di Natuna Masih Pedas, Sentuh Rp95 Ribu per Kilogram

Harga cabai rawit di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menjadi keluhan utama masyarakat Natuna di awal tahun 2026.

TribunBatam.id/Birri Fikrudin
HARGA CABAI DI NATUNA - Suasana lapak pedagang sayur di Pasar Rakyat Ranai, kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (14/1/2026). Harga cabai rawit di Natuna tembus Rp95 ribu per kilogram. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA -Deretan lapak sayur di Pasar Rakyat Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tampak ramai sejak pagi.

Di balik hiruk pikuk pasar itu, harga cabai rawit masih menjadi keluhan utama masyarakat Natuna di awal tahun 2026.

Dari pantauan TribunBatam.id, Rabu (14/1/2026), harga cabai rawit masih bertahan di level tinggi, yakni mencapai Rp95 ribu per kilogram.

Jika dibeli eceran, cabai rawit dijual Rp10 ribu per ons, jauh di atas harga normal yang biasa dirasakan warga.

“Jelas mahal sekali. Sekarang beli sedikit saja sudah Rp10 ribu. Biasanya paling Rp4 ribu atau Rp5 ribu per ons,” keluh Ana, seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja di pasar.

Ia berharap harga cabai rawit bisa segera turun agar tidak terus membebani pengeluaran rumah tangga, terlebih di tengah kebutuhan lain yang juga meningkat.

Tak hanya cabai rawit hijau, cabai rawit setan juga masih berada di kisaran harga yang sama.

Kondisi ini membuat pembeli lebih berhemat, bahkan mengurangi jumlah belanja cabai untuk kebutuhan harian.

Sementara itu, harga cabai jenis lain mulai menunjukkan penurunan.

Cabai merah keriting kini dijual di kisaran Rp60 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau panjang relatif lebih terjangkau di harga Rp40 ribu per kilogram.

“Kalau sebelum tahun baru kemarin, semua jenis cabai sempat naik drastis, bahkan tembus Rp100 ribu lebih per kilo,” ujar Nor, salah satu pedagang di Pasar Ranai.

Menurutnya, saat ini harga cabai merah keriting sudah mulai normal, namun cabai rawit masih bertahan tinggi karena pasokan belum sepenuhnya pulih.

“Kemarin sempat turun ke Rp90 ribu, sekarang naik lagi Rp95 ribu. Pasokan dari petani belum normal, kami ambil dari pemasok juga masih mahal,” jelasnya.

Nor menyebut, sebagian besar cabai yang dijual di pasar masih berasal dari petani lokal, terutama dari wilayah Batubi.

Namun hasil panen yang belum maksimal membuat ketersediaan cabai rawit terbatas.

Pedagang lainnya juga mengakui harga cabai memang kerap berfluktuasi, sangat bergantung pada kondisi panen dan distribusi.

“Akhir tahun kemarin memang naik. Sampai sekarang cabai rawit masih mahal,” ujarnya singkat. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved