Jumat, 24 April 2026

DKPP Natuna Usulkan Sapi 800 Kg dari Peternak Lokal untuk Kurban Presiden Prabowo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna usulkan sapi 800 kg dari peternak lokal untuk dijadikan hewan kurban bantuan Presiden Prabowo

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
SAPI KURBAN - Penampakan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Natuna seberat 1,44 ton pada Hari Raya Idul Adha 1446 H atau 2025 lalu. Iduladha tahun ini, Natuna berpeluang kembali mendapatkan jatah sapi kurban dari Presiden RI. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang tinggal sekitar satu bulan lagi, persiapan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di Natuna, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), tengah mengusulkan sapi dari peternak lokal untuk dijadikan hewan kurban bantuan Presiden yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

Usulan tersebut diajukan ke Sekretariat Presiden dengan sejumlah kriteria ketat. Mulai dari bobot hingga kondisi kesehatan hewan.

Kepala DKPP Natuna, Wan Syazali, mengatakan pihaknya saat ini sudah melakukan peninjauan langsung ke peternak, guna menyeleksi sapi yang memenuhi syarat.

“Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan sapi sesuai ketentuan. Mulai dari berat minimal hingga kondisi kesehatan. Hewan harus sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Jumat (24/4/2026).

Ia menyebut, untuk sementara pihaknya mengusulkan satu ekor sapi dengan bobot mencapai sekitar 800 kilogram, yang berasal dari peternak lokal di Kecamatan Bunguran Timur.

“InsyaAllah tahun ini Natuna dapat lagi jatah sapi kurban Presiden. Setiap daerah satu ekor. Kita sudah menjajaki dan ada sapi peternak lokal dengan berat sekitar 800 kilogram,” kata Wan Syazali.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara ketat, termasuk pemeriksaan fisik dan kesehatan oleh dokter hewan guna memastikan hewan benar-benar layak.

“Untuk syaratnya, mulai dari bobot minimal 800 kilo, sehat fisik, tidak cacat, umur minimal dua tahun, dan diperiksa langsung oleh dokter hewan,” tuturnya.

Wan Syazali mengungkap, pada tahun sebelumnya Natuna mengusulkan dua ekor sapi dengan bobot lebih besar, dan keduanya lolos menjadi bantuan hewan kurban Presiden.

“Tahun lalu kita usulkan dua ekor, berat satu ton dan 800 kilogram lebih. Alhamdulillah semuanya tembus dan menjadi sapi kurban Presiden untuk Natuna dan Pemprov Kepri yang ditempatkan di sini,” katanya.

Ia berharap, tahun ini usulan tersebut kembali disetujui, sehingga masyarakat Natuna dapat kembali merasakan manfaat dari bantuan hewan kurban Presiden.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya, karena memiliki peluang untuk dipilih sebagai hewan kurban tingkat nasional. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved