Ada Ular Piton 1,5 Meter di Pompong Bagan Ikan Nelayan di Natuna, Damkar Turun Evakuasi Malam Hari
Ular Piton 1,5 Meter Bersembunyi di Bagan Ikan Warga Pering, Damkar Natuna Turun Evakuasi Malam Hari
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Seekor ular piton dengan panjang sekitar 1,5 meter membuat panik nelayan wilayah Pering, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.
Seekor ular piton ditemukan bersembunyi di dalam pompong bagan ikan milik seorang nelayan pada Senin (8/6/2026) malam.
Kemunculan ular itu langsung dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Senin (8/6/2026) malam.
Menerima laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi dan melakukan evakuasi sekitar pukul 21.30 WIB.
Proses evakuasi tidak berlangsung mudah, petugas harus berjalan melewati area bakau dengan genangan air dangkal untuk mencapai kapal bagan yang berada di perairan sekitar lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, ular ditemukan bersembunyi di sela-sela kayu di dalam kamar mesin pompong milik warga.
Dengan berbekal alat penerangan dan tongkat pencapit khusus, petugas kemudian melakukan penangkapan ular secara hati-hati.
Dalam waktu singkat, ular berhasil diamankan.
Kasi Sarpras, Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna, Nurhakim, mengatakan ular yang dievakuasi merupakan jenis piton.
"Ular piton jenisnya, panjang sekitar satu setengah meter," ujarnya kepada tribunbatam.id, Selasa pagi.
Ia menjelaskan, petugas langsung merespons laporan warga dan segera diterjunkan ke lokasi untuk mencegah potensi bahaya.
Menurut Nurhakim, ular tersebut ditemukan di dalam pompong yang difungsikan sebagai bagan penangkap ikan milik warga Pering.
"Ular dievakuasi dari dalam pompong yang difungsikan sebagai bagan tangkap ikan milik warga Pering," ungkapnya.
Disdamkarmat Natuna mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di kawasan pesisir, bakau, maupun area yang dekat dengan habitat satwa liar.
Petugas juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya, agar dapat ditangani secara aman oleh petugas.
"Damkar berkomitmen merespons setiap laporan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak mencoba menangani sendiri karena dapat membahayakan keselamatan," tutup Nurhakim.
( tribunbatam.id/birrifikrudin )
| SPPG Bunguran Timur Laut Natuna Hentikan Sementara MBG, Dana Operasional Belum Cair |
|
|---|
| Dikeluhkan Warga, Perbaikan Jalan HR Soebrantas Natuna Ditargetkan Tahun 2027 |
|
|---|
| Jalan HR Soebrantas di Natuna Berlubang Ancam Pengendara, Warga Tutup Pakai Pasir dan Batu |
|
|---|
| Jadwal Kapal Roro KMP Bahtera Nusantara 01 Periode 12 Hingga 19 Juni 2026, Termasuk Rute Natuna |
|
|---|
| Stok Minim, Harga Ikan Tongkol Tembus Rp35 Ribu per Kg di Natuna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ULAR-PITONDIBAGAN.jpg)