RAMADAN 2026
Daftar 9 Sunah yang Bisa Diamalkan selama Bulan Ramadhan, Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Imam Makruf, membeberkan sembilan sunah di bulan Ramadhan sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.
TRIBUNBATAM.id - Berikut lima amalan yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan 2026.
Seperti diketahui, Ramadhan 1447 H jatuh pada malam Rabu 18 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026.
Umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Bukan hanya itu saja, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak dizkir, istighfar, dan doa selama bulan Ramadhan.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan demi mendapatkan pahala berlimpat ganda.
Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Dr Imam Makruf, membeberkan sembilan sunah di bulan Ramadhan sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.
Mulai dari sahur di akhir waktu dan menyegerakan berbuka puasa hingga memperbanyak doa.
Amalan berikut membuat umat Islam dapat mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Ramadhan.
Berikut 9 amalan yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan:
1. Sahur di Akhir Waktu, Menyegerakan Berbuka
Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu Subuh dan menyegerakan berbuka atau segera membatalkan puasa apabila telah tiba waktunya. Anjuran ini tertuang dalam sejumlah hadis, salah satunya hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”
Hadis lain yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka adalah hadis dari Aisyah RA.
“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)
Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.
“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)
2. Tidak Melewatkan Sahur
Selain menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melwatkan sahur. Mengapa demikian? Karena kata Rasul, di dalam sahur terdapat keberkahan dan Allah beserta malakait-malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang tidak meninggalkan sahurnya, seperti yang dikatakan hadis berikut:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)
“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)
Selain dua keutamaan di atas, sahur menjadi kegiatan penting dalam puasa Ramadan. Sebab, sahur menjadi pembeda antara puasa yang dijalankan umat Muslim dengan puasa yang dilakukan oleh umat agama lain.
“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)
Baca juga: Daftar 4 Doa Buka Puasa Ramadhan yang Bisa Dipilih, Lengkap dengan Latin dan Artinya
3. Sedikit Tidur, Banyak Istigfar
Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran ayat Az-Zariyat 17 dan 18.
“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)
4. Menjaga Lisan
Selain ibadah-ibadah konkret, Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. Namun memang pada dasarnya, Rasulullah Saw adalah makhluk yang mulia, sehingga apa pun yang dilakukan dan keluar dari lisannya, semua baik. Hal ini tentu saja perlu dicontoh oleh umat Muslim, salah satu caranya dilatih dengan berpuasa.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman (Hadis Qudsi): Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu perisai (benteng). Apabila kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan bersuara keras (berteriak-teriak). Kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka katakanlah: Aku sedang puasa.” (HR Bukhari 1904)
5. Berusaha Tidak Batal Puasa Meski Sedang Safar
Amalan sunah Rasulullah Saw di Bulan Ramadan selanjutnya yakni berusaha menyelesaikan ibadah puasa meski sedang dalam perjalanan jauh. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Bukhari nomor 1943 yang berbunyi:
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, Hamzah bin Amru al-Aslami bertanya pada Nabi Muhammad Saw: “Apakah sebaiknya aku berpuasa dalam safar?” Hamzah adalah seorang yang hobi berpuasa. Nabi Saw menjawab: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa”.”
6. Memperbanyak Sedekah
Di luar Bulan Ramadan, sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, karena sedekah membersihkan harta kita serta melembutkan hati. Namun, di Bulan Ramadan amalan sedekah menjadi lebih istimewa, karena akan dilipatgandakan. Seperti halnya Rasulullah Saw yang tidak pernah melewatkan sedekah di Bulan Ramadan, seperti yang dikatakan hadis berikut:
“Yazid berkata: “Abu al-Khair, tak pernah satu hari pun berlalu melainkan dia pasti bersedekah, walaupun hanya sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.” (HR Ahmad)
7. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa di Bulan Ramadan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, sebab doa-doa orang yang berpuasa tidak akan didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt.
“Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Baihaqi)
8. Berbuka dengan Kurma
Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma, apabila beliau memilikinya. Kurma dipilih karena di masa dan tempat Rasulullah Saw tinggal, buah kurma sangat melimpah ruah.
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah Saw biasa berbuka dengan rutab (kurma muda/basah) sebelum salat Magrib. Kalau tidak ada rutab maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering). Kalau tidak ada maka beliau berbuka dengan minum beberapa teguk air.”
9. Memberi Sajian Berbuka bagi Orang yang Puasa
Rasulullah Saw kerap memberi hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadan. Amalan ini bisa membuat seseorang mendapat pahala, sama seperti orang yang berpuasa.
“Dari Zaid bin Khalid al-Juhani dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membukakan (memberikan perbukaan) orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala puasanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.”
(Tribunbatam.id)
Baca berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Amalan Sunah Anjuran Rasulullah Selama Ramadan, Pahala Melimpah"
| 10 Ucapan Selamat Lebaran 2026 Untuk Ayah dan Ibu Penuh dengan Doa |
|
|---|
| 20 Ucapan Selamat Lebaran 2026, Mohon Maaf Lahir Batin Penuh Makna |
|
|---|
| 20 Ucapan Selamat Lebaran 2026 Terbaik: Taqabalallahu Minna Waminkum Untuk Keluarga dan Sahabat |
|
|---|
| 20 Ucapan Selamat Lebaran 2026 Dalam Bentuk Minal Aidin Wal Faizin Penuh Makna dan Doa |
|
|---|
| 15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 dengan Bahasa Arab, Wajib Dijadikan Caption Media Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bulan-suci-ramadan-ilustrasi-ramadhan.jpg)