Senin, 20 April 2026

BRI Super League Semakin Humanis, Peran Perempuan di Stadion Bukan Cuma Pemanis

Berikut peran penting perempuan dalam pertandingan BRI Super League 2025-2026, mulai dari steward hingga suporter.

Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Tribunnews.com/Khistian Tauqid
Ball kids perempuan pertandingan BRI Super League di Stadion Manahan sedang bertugas di tengah guyuran hujan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. 

TRIBUNBATAM.id - Demi menyukseskan suatu laga BRI Super League 2025-2026 di stadion perlu sinergi dari berbagai pihak, mulai dari keamanan, pentonton atau suporter, hingga perangkat pertandingan.

Bukan cuma laki-laki saja, perempuan yang berada di dalam stadion juga memiliki peran penting untuk kelancaran suatu laga.

Mulai dari pengamanan hingga ball kids di pertandingan BRI Super League sekarang sudah menggunakan jasa perempuan.

Bahkan, peran perempuan sebelum laga hingga selesai pertandingan BRI Super League juga tidak pernah mengecewakan.

Keterlibatan perempuan dalam suatu pertandingan BRI Super League menjadi bukti bahwa stadion merupakan tempat yang aman, nyaman, serta ramah keluarga.

Steward Perempuan di BRI Liga 1

Steward perempuan di Stadion Manahan, Surakarta, bernama Erika Leny Nurlina membeberkan peranannya sebelum pertandingan dimulai hingga selesai.

Erika awalnya ditugaskan untuk pengamanan di luar, yaitu pengecekan barang bawaan di pintu masuk stadion.

Sesuai dengan Standard Operating Procedure atau Prosedur Operasional Standar (SOP), Erika perlu memastikan bahwa suporter tidak membawa barang-barang terlarang masuk ke dalam stadion.

Tak hanya itu saja, Erika juga menjelaskan kendala-kendala yang dirasakannya selama melakukan pengamanan di luar stadion.

"Misal tidak boleh bawa minuman berwarna, mereka tetap ngeyel bawa. Jadi saya harus kejar orangnya sampai naik tribun 'kalau mau dihabiskan ya di depan saya, kalau tidak ya dibuang atau dikasih bawah'," ujar Erika, pada Sabtu (8/11/2025).

"Biasanya dari pengalaman saya, kalau saya kasih tahu cowok malah bisa nurut. Tapi kalau sama-sama cewek malah ngeyel," jelasnya.

Sebagai petugas kemanan pertandingan BRI Super League, Erika selalu harus memegang teguh aturan-aturan yang berlaku.

Perempuan asal Sukoharjo itu menjelaskan tahapan-tahapan dalam menegur suporter yang kurang disiplin alias tidak mematuhi aturan.

"Penting kita tahu argumennya, tahu alasannya yang tepat biar kita bisa menjelaskan pada orangnya," kata Erika.

Steward perempuan sedang memeriksa barang penonton sebelum masuk ke Stadion Manahan untuk menyaksikan pertandingan BRI Super League.
Steward perempuan sedang memeriksa barang penonton sebelum masuk ke Stadion Manahan untuk menyaksikan pertandingan BRI Super League. (Tribunnews.com/Khistian Tauqid)

Namun, Erika tetap memperlihatkan sisi humanis ketika memberikan teguran atau arahan kepada penonton.

Sikap tersebut membuat Erika merasakan sisi positif selama menjadi steward di BRI Super League dalam beberapa musim.

"Lebih banyak sisi positifnya selama jadi steward, lebih suka kedisiplinannya di Manahan, petinggi-petinggi juga ramah-ramah istilahnya menghargai kita disapa, diajak salaman," ucap dia.

"Biasanya yang bikin semangat itu waktu diacungi jempol sama petinggi-petinggi gitu, disemangati juga," jelasnya sambil tertawa.

Perempuan berusia 24 tahun itu bersyukur bisa memiliki pengalaman mengamankan pertandingan, terutama di Stadion Manahan.

Bukan hanya BRI Super League saja, Erika juga ikut andil dalam beberapa ajang internasional yang digelar di Stadion Manahan.

Ball Kids Perempuan di BRI Super League

Ketika pertandingan BRI Super League berlangsung, juga menggunakan jasa perempuan yaitu ball kids.

Tugas utama ball kids dalam sepak bola adalah untuk membantu kelancaran permainan dengan menyediakan bola secara efisien kepada pemain atau wasit.

Khusus untuk ball kids perempuan baru diandalkan dalam pertandingan BRI Super League yang digelar di Stadion Manahan.

Secara kualitas ball kids perempuan tak perlu diragukan lagi, pasalnya mereka sudah melakukan berbagai persiapan sebelum pertandingan dimulai, seperti yang dijelaskan oleh Dian Nurrohman.

Dian menjelaskan peran ball kids perempuan sebelum pertandingan dimulai hingga tugas-tugasnya di lapangan.

Mulai dari membawa bendera event saat march-in sebelum pertandingan hingga bertugas mengambilkan bola untuk pemain, harus bisa dilakukan ball kids.

"Jadi ball kids dua jam sebelum kick off itu harus latihan, istilahnya gladi bersih," jelas Dian, pada Sabtu (8/11/2025).

Selain itu, pemahaman tentang aturan-aturan sepak bola yang sudah dikuasai mempermudah dirinya untuk melakukan tugas dengan baik.

Dian menceritakan momen awal mula bisa menjadi ball kids BRI Super League. Kala itu, Dian diajak kakak tingkatnya di kampus untuk mendaftar sebagai ball kids perempuan.

Rasa cinta pada sepak bola, juga menjadi alasan Dian ingin ikut andil dalam event olahraga yang paling populer di dunia tersebut.

"Awalnya yang kasih tahu teman dari sini, saya bisa sepak bola dan futsal," tutur Dian.

"Tahun 2022 dapat informasi dari kakak tingkat, terus coba-coba kok seru terus lanjut ikut, pertama (ball kids) even BRI Super League," tambahnya.

Ball kids perempuan di Stadion Manahan sedang berlari mengambil bola saat pertandingan BRI Super League.
Ball kids perempuan di Stadion Manahan sedang berlari mengambil bola saat pertandingan BRI Super League. (Tribunnews.com/Khistian Tauqid)

Selama menjadi ball kids, Dian tetap mengutamakan fair play pertandingan alias tidak berpihak pada tim menang atau kalah.

"Paling cuma kalau tim yang menang suruh lebih lambat ambil bola, tim kalah harus buru-buru ambilin bola," ujar Dian.

Perempuan yang masih berusia 20 tahun tidak pernah merasa takut, meski terkadang situasi pertandingan mulai memanas. 

"Takut selama jadi ball kids enggak ada, karena mungkin sudah terbiasa sama lingkungan aku olahraga jadi enggak didengerin," kata dia.

Mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) itu mengaku senang dan bangga bisa menjadi ball kids dalam suatu pertandingan sepak bola paling bergengsi di Indonesia.

Bisa melihat secara langsung pertandingan dan bahkan berfoto dengan pemain idolanya, membuat Dian semakin semangat menjalankan tugasnya sebagai ball kids.

"Enaknya jadi ball kids kita bisa melihat pertandingan dari dekat, tambah pengalaman juga, terus bonusnya bisa foto sama pemain," ucap Dian Nurrohmah.

Suporter Perempuan di BRI Super League

Antusiasme terhadap pertandingan BRI Super League turut dirasakan suporter perempuan bernama Bunga Pertiwi.

Bunga yang merupakan pendukung setia Persija Jakarta mengaku senang melihat tim kesayangannya berlaga.

Bahkan, Bunga rela menonton langsung Persija Jakarta yang melakoni laga tandang.

“Terpenting kita harus bisa menjaga diri selama nyetadion, minimal kita mengajak teman perempuan,” tutur Bunga, pada Selasa (18/11/2025).

Bunga lantas menceritakan momen pertama kali diajak sang ayah untuk menonton suatu laga di stadion belasan tahun yang lalu.

Meski belum paham betul tentang sepak bola, namun atmosfer di dalam stadion yang membuatnya meneteskan air mata karena jatuh cinta.

“Aku nangis waktu pertama kali ke stadion karena rasanya luar biasa, lihat fanatisme suporter yang datang,” ujar Bunga sambal tertawa.

“Ternyata begini rasanya mendukung tim kesayangan bertanding, dari situlah saya jatuh cinta sama sepak bola dan malah ketagihan,” tambahnya.

Selain itu, perempuan berusia 31 tahun itu selalu meminta izin orang tuanya sebelum menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion.

Ayah dan ibu Bunga Pertiwi memberikan izin dengan syarat tetap memberikan kabar selama mendukung tim kesayangannya.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Bunga biasanya mengajak teman agar saling menjaga satu sama lain.

“Sebenarnya stadion itu bukan tempat yang menakutkan, apalagi sekarang kan ada tekonologi kamera CCTV yang menunjang keamanan di dalam stadion,” tutur dia.

Selama belasan tahun menton di stadion, Bunga tidak pernah merasakan pengalaman buruk.

Ia malah memiliki banyak teman baru saat menyaksikan langsung pertandingan Persija Jakarta di stadion.

Perempuan yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu memberikan saran pada perempuan yang hendak menonton di stadion agar terhindar dari hal-hal tak diinginkan.

“Pertama itu ngajak teman, lalu berpakaian sopan, selanjutnya pantau rekam jejak suporter lawan, terakhir tetap ikuti aturan pertandingan misal tidak boleh suporter lawan datang ya kita nurut,” ujarnya. 

Keceriaan suporter Persija Jakarta dalam pertandingan BRI Super League.
Keceriaan suporter Persija Jakarta dalam pertandingan BRI Super League. (Tribunnews.com/TribunBatam.id/Khistian Tauqid)

Peran Perempuan di BRI Super League Jadi Aura Positif

Peran perempuan dalam pertandingan BRI Super League menjadi bukti bahwa stadion merupakan tempat yang humanis dan ramah keluarga.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan yang menyebut semua kalangan masyarakat memiliki peran penting menyukseskan jalannya laga BRI Super League.

“Mereka (perempuan) juga bisa bekerja keras dan tidak kalah gesit dari laki-laki, contohnya ball kids perempuan itu,” ujar Ginda, pada Jumat (28/11/2025).

“Malah perempuan biasanya lebih disiplin kalau dikasih tugas, walaupun mungkin perlu dikasih pelatihan lebih,” tandasnya.

Begitu juga dalam steward, Ginda mengatakan bahwa peran meraka bukan hanya mengamankan tapi juga memberikan kenyamanan dan kepuasan penonton yang hadir di stadion.

Apalagi berbagai kalangan masyarakat hadir ke stadion, mulai dari anak kecil hingga lansia ingin mendukung secara langsung tim kesayangannya bertanding.

“Karena steward itu bukan hanya mengamankan saja, tapi juga memiliki fungsi safety dan hospitality,” tutup dia.

Mantan Anggota DPRD Kota Solo itu berharap peran perempuan memberikan aura positif pertandingan BRI Super League. Bukan cuma di Stadion Manahan saja, Ginda ingin semua venue laga BRI Super League bisa memanfaatkan tenaga perempuan.

"Ini salah satu bentuk untuk menyampaikan bahwa stadion ini memang betul-betul aman, nyaman, dan ramah keluarga. Kami berharap ini bisa memberi aura positif dalam suatu pertandingan sepak bola," jelasnya.

(TribunBatam.id/Khistian Tauqid)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved