Rabu, 29 April 2026

BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Banjir Rob

BPBD Tanjungpinang imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 3-7 Februari 2026

Editor: Dewi Haryati
Ronnye Lodo Laleng/TribunBatam.id/Istimewa
BANJIR ROB - Seorang warga sedang melintas di antara genangan banjir rob di Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (7/1/2026). BPBD Tanjungpinang imbau warga tingkatkan kewaspadaan hadapi potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 3-7 Februari 2026 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tiga kecamatan di Tanjungpinang berpotensi terdampak banjir rob yang diperkirakan terjadi pada pekan pertama Februari 2026.

Hal ini menyusul peringatan dini potensi banjir rob yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.

Dalam informasi itu, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 3-7 Februari 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Tanjungpinang.

Peringatan dini ini disampaikan seiring adanya fenomena fase perigee dan bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Di Tanjungpinang, daerah yang berpotensi terdampak meliputi kawasan pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya.

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama-sama dalam menghadapi potensi banjir rob ini.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin mengatakan, potensi banjir rob dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, serta kegiatan ekonomi seperti perikanan dan usaha tambak.

"Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk mengamankan barang-barang berharga dan membatasi aktivitas di kawasan pesisir saat air laut mencapai pasang maksimum," ujar Yamin, melansir tanjungpinangkota.go.id, Rabu (4/2/2026). 

Masyarakat juga diminta untuk selalu waspada, mematikan aliran listrik saat terjadi genangan guna mengantisipasi korsleting, serta mewaspadai kemunculan binatang berbisa.

Yamin mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir pesisir, dan menyiagakan personel guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga siap memberikan bantuan dan melakukan evakuasi apabila dibutuhkan," katanya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kota Tanjungpinang membuka layanan kedaruratan yang dapat dihubungi masyarakat melalui nomor telepon (0771) 20949. (*/Tribunbatam.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved