TOPIK
Gempa di Aceh
-
Rombongan "linto baro" (pengantin pria) asal Padang, Sumatera Barat ini berjumlah 23 orang , menginap di sebuah toko jam di pusat pasar Meureudu
-
Sebagian santri yang masih di dayah, tidak berani naik ke lantai atas mungkin karena trauma. Sebagian santri memilih tidur di balai pengajian
-
Selain petugas, relawan dan masyarakat, sejumlah kenderaan ambulans maupun petugas medis disiagakan untuk sewaktu-waktu mengangkut korban
-
Pencarian korban gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus dilakukan hingga malam
-
Ahli gempa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Gayatri Indah Marliyani, mengatakan bahwa sesar aktif yang bergerak di Pidie Jaya
-
Di Desa Kota Tring Gadeng, Kecamatan Trieng Gadeng, Pidie Jaya, terlihat badan jalan terbelah selebar 30 sentimeter
-
Rombongan antar linto baro berjumlah 23 orang yang menginap di toko jam di pusat pasar Kota Meureudu
-
Pusat gempa di 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, 34 kilometer Barat Laut Kabupaten Bireun, 48 kilometer laut Kabupaten Pidie
-
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, relawan, dan masyarakat hingga kini masih terus melakukan penyelamatan dan pencarian korban
-
Korban gempa di Aceh terus berjatuhan, termasuk seorang warga di Samalanga Kabupaten Bireun. Dia meninggal tertimpa lemari saat gempa
-
Menurut kitab kuno, konon gempa saat subuh sebagai pertanda rakyat bakal menghadapi banyak cobaan seperti kelaparan, ini kata kolektor naskah kuno
-
Bocah ini merangkak keluar dari reruntuhan bangunan ruko penuh luka di tubuh, bapak ibunya masih terkubur di dalamnya. Mengharukan!
-
Kerusakan terparah akibat gempa terjadi di Pidie Jaya, banyak bangunan ambruk dan warga masih terkubur di dalamnya
-
Sepasang suami istri terkubur setelah rumah empat lantainya ambruk dan menimbun keduanya. Ini kondisinya sekarang
-
Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang Aceh, dan empat warga dikabarkan menjadi korban. Gempa terjadi di waktu subuh
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved