Kamis, 11 Juni 2026

Waspadai Parsel Kedaluwarsa

Parsel merupakan satu dari sekian komoditas yang melengkapi kemeriahan idul fitri

Tayang:
BATAM, TRIBUN - Parsel merupakan satu dari sekian komoditas yang melengkapi kemeriahan idul fitri. Namun demikian masyarakat selaku konsumen harus waspada karena tidak jarang makanan dalam parsel tersebut sudah kadaluwarsa.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri mengancam akan menindak para pengusaha parsel jika kedapatan produknya baik makanan maupun produk lainnya terindikasi berbahaya bagi kesehatan seperti, telah kadaluwarsa.

“Minimal parsel yang ditolerir, yang kedaluwarsanya baru habis setelah sebulan lebaran. Jika kurang dari itu akan kami tindak,” tegas Kepala BPOM Kepri, I Gede Nyoman Suwandi, beberapa waktu lalu.

Menjelang lebaran seperti saat ini biasanya banyak penjual dadakan parsel yang menjajakan produknya di pasar maupun di mal-mal. Untuk mengantisipasi para pedagang parsel “nakal” yang menjual produk kedaluwarsa, BPOM Kepri telah menyiapkan tim untuk menindak aksi curang itu.

“Kami sudah siapkan tim merazia parsel dan produk lainnya ke seluruh Kepri jelang lebaran ini. Sasarannya produk yang sudah kedaluwarsa dan produk ilegal yang tidak mempunyai izin edar,” tegas Nyoman.

Menurutnya, langkah itu penting dalam melindungi masyarakat dari peredaran makanan serta produk yang berisiko terhadap kesehatan. Soalnya fungsi BPOM sendiri salah satunya menjamin obat dan makanan yang aman, bermanfaat serta bermutu.

“Kami imbau kepada konsumen tetap cermat pada produk parsel yang dijual. Bila kemasan kaleng cacat dan telah kedaluwarsa sebaiknya hindari membeli, walau dijual dengan harga murah,” imbau Nyoman.

Sementara itu pantauan Tribun di sejumlah toko swalayan dan grosir, sudah banyak yang menyediakan parsel dalam aneka bentuk dan harga. Namun banyak makanan kemasan dalam parsel tersebut tidak memiliki kode izin makanan luar (ML) dari BPOM. 

Namun banyak juga yang mengerti ketentuan tersebut. Mereka hanya menempatkan makanan yang resmi atau berkode ML dalam kemasan parselnya.

Sementara itu Liana, seorang pedagang parsel di pertokoan Kompleks Bumi Indah, Nagoya, mengakui bisnis parsel merupakan bisnis musiman. Dia menyediakan tiga variasi kemasan. Dia optimis dagangan akan terjual.
“Saya yakin akan terjadi peningkatan penjualan pada 10 hari jelang hari raya. 

Setiap tahunnya kami mengemas produk parsel dalam tiga variasi, antara lain jenis makan dan minuman, barang pecah-belah, dan campuran antara keduanya,” jelas Liana.

Untuk menyusun parsel tersebut, Liana mempekerjakan lima karyawan. Dalam satu hari, mereka mampu menyelesaikan 20 kemasan parsel. Selain ada yang sudah dipesan, parsel itu ada juga untuk dijual langsung di tokonya.

Sedangkan harganya bervariasi mulai Rp 120 ribu hingga Rp 1 jutaan. Namun pemesan bisa menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki bila ingin memesan parsel tersebut.

“Mayoritas konsumen menyukai parsel yang seharga Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. Isinya sampanye nonalkohol, coklat biskuit , snack, hingga barang pecah-belah,” jelasnya.(apr/isu)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved