Pemancing Tenggelam di Dam Duriangkang
Heri Indrayanto, seorang pemancing di Dam Duriangkang, Batam tenggelam setelah perahunya terbalik
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Cuaca buruk yang melanda Batam belakangan ini memakan korban. Heri Indrayanto, seorang pemancing di Dam Duriangkang, Batam tenggelam setelah perahunya terbalik akibat terpaan angin kuat, Minggu (09/01/2011) siang.
Heri yang tak terlalu pandai berenang, diketahui menghilang oleh temannya, Muhammad Sawali alias Udin (24). Peristiwa itu bermula saat keduanya ingin mengisi liburan akhir pekan dengan memancing. Menurut penuturan Udin, ia telah merencananya kegiatan itu beberapa hari sebelumnya dan memilih Dam Duriangkang sebagai lokasi pemancingan setelah sebelumnya bisa mendapatkan banyak ikan.
Awalnya mereka berdua hanya memancing di bagian pinggir saja. Namun, karena umpan di kail tak kunjung disantap ikan, mereka pun berinisiatif untuk menyewa perabu nelayan di sekitar wilayah itu. "Kami terus sewa perahu untuk ke tengah biar dapatnya lebih banyak," kata Udin ketika di rawat di RS Cassa Medika Muka Kuning.
Para nelayan di sekitarnya mengakus udah memberikan peringatan agat tidak terlalu ke tengah karena cuaca sedang tidak bersahabat. Tapi entah kenapa, mereka pun tetap memilih ke tengah setelah kail tak juga dimakan ikan. Saat berada di tengah , menurut Udin, ia sudah berfisarat buruk dengan kencangnya angin yang datang dari arah utara.
"Kami terus mau balik karena angin kencang. Tapi waktu mau putar, sampan terbalik kena angin. Kami pun jatuh ke air. Kami sempat bertahan di atas sampan sampai sampan tenggelam. Terus kami mencari pegangan kayu dan sama-sama bertahan," katanya lagi.
Petaka datang. Kayu pemancang yang dipegang Heri ternyata tak patah dan saat itulah mereka berdua mencoba untuk menyelamatkan diri ke tepian danau. Ketika itu, Heri berherah ke arah daerah tepian yang lebih dekat namun melawan arus. Sedangkan Udin yang sudah melepaskan pakaian nya memilih untuk mengikuti arus sembari berteriak meminta tolong warga.
"Saya dengar ada yang teriak. Terus kami dengan dua sampai ke tengah untuk menolong. Tapi angin kencang sekali sehingga satu sampan lagi ke pinggir. Waktu kami berhasil menyelamatkan Udin, dia langsung pingsan," kata Sinaga, nelayan sekitar yang turut membantu menyelamatkan Udin.
Melihat Udin yang tak segera pulih, maka mereka pun berinisiatif untuk mengantarkan ke RS Casa Media. Setelah siuman, ia pun lantas memberikan kesaksisan di Mapolsek Sei Beduk.
Hingga sore kamarin, jasad Heri belum juga di temukan. Beberapa anggota kepolisian yang turut serta melakukan pencarian terpaksa hanya menemukan baju yang dikenakan Udin ketika tenggelam, dompet, dan tas milik korban. Menurut Kapolsek Sei Beduk AKP Firdaus, pencarian akan dilakukan kembali hari ini. "Kami akan lakukan kembali pencarian Senin," katanya di lokasi kejadian.