Rabu, 10 Juni 2026

Dana Jamkesda untuk Bayar Utang

Dana Jamkesda untuk Bayar Utang

Tayang:
Laporan Kartika Kwartya, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg Chandra Rizal mengatakan bahwa tahun anggaran 2011 ini Dinas Kesehatan memperoleh alokasi dana sebesar Rp 3,5 miliar untuk program Jamkesda. Namun Rp 2 miliar di antaranya akan digunakan untuk membayar utang tahun 2009-2010 lalu.

"Untuk program kesehatan kita punya Jamkesmas dan Jamkesda atau SKTM. Jamkesmas dibiayai Depkes dan kita mendapat quota 127.730 jiwa. Yang belum masuk dalam quota baru diakomodir melalui Jamkesda. Tahun 2011 ini kita mendapat alokasi dana untuk Jamkesda sebesar Rp 3,5 miliar. Tapi Rp 2 miliar akan digunakan untuk membayar utang tahun lalu di RSUD, RSOB, dan Casa Medica," papar Chandra saat ditemui di Kantor DPRD Batam, Selasa (11/1/2011).

Ia berharap dengan adanya RSUD Embung Fatimah yang baru dibangun ini bisa meminimalisir rujukan-rujukan ke rumah sakit lainnya. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari. Menurut Riky timbulnya utang tersebut karena adanya biaya kemahalan yang harus ditanggung akibat harga yang diluar tanggungan Jamkesmas.

"Terutama di RSOB. Karena RSOB itu biayanya di atas standar tanggungan Jamkesmas. Oleh karena itu semoga dengan adanya RSUD baru bisa mengurangi rujukan ke rumah sakit lain," ujar Riky.

Namun sayangnya, pada tahun 2011 ini RSUD Embung Fatimah belum dapat dioperasikan secara optimal. Menurut pemaparan Chandra, rencananya pada bulan Februari mendatang baru akan dipindahkan peralatan dari RSUD lama ke lokasi baru.

"Untuk fasilitas tambahan mungkin baru bisa di pertengahan tahun. Tapi selain itu, kita juga harus mempertimbangkan ada tidaknya tenaga ahli atau dokter spesialisnya. Karena ada alat tak ada tenaga, buat apa. Begitu juga sebaliknya ada tenaga tapi tak ada alat, bagaimana ia bekerja," tutur Chandra.

Berdasarkan data yang disampaikan pada tahun 2009 terdapat 3085 orang yang dilayani dengan menggunakan SKTM. Sementara tahun 2010 jumlah pasien yang dilayani dengan menggunakan SKTM yaitu sebanyak 1538 orang.

Menurutnya hal ini bisa terjadi kemungkinan dikarenakan banyak pasien yang langsung sembuh ketika berobat di Puskesmas. Sehingga tidak ada rujukan ke rumah sakit yang memerlukan penggunaan SKTM.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved