KRI Clurit-641 Perkuat Armada Kapal Perang TNI AL
Tribun Batam - Senin, 25 April 2011 17:31 WIB
Laporan Hadi Maulana, wartawan Tribunnewsbatam.com
BATAM,
TRIBUN- Mentri Pertahanan Republik Indonesia (RI), Purnomo
Yosgiantoro menegaskan kedepan tidak ada lagi cemehan untuk Tentara
Nasional Indonesia (TNI), sebab saat ini TNI sudah memilik armada perang
yang cukup bagus dan patut diandalkan.
Bahkan yang membanggakan
lagi, armada perang yang baru ini, KRI Clurit-641, merupaka buatan atau
produksi anak dalam negeri. "Jadi kedepan tidak perlu lagi kita minder,
sebab kwalitas armada perang kita juga tidak kalah dengan tentara yang
ada di luar sana," tehas Purnomo.
KRI Clurit-641 ini, terang
Purnomo merupakan kapal perang jenis Kapal cepat rudal (KCR-40), dimana
jarak tembak rudalnya itu mencapai 80 km.
"KRI Clurit-641 KCR-40
merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya
mengutamakan unsur pedadakan, mengemban misi menyerang secara cepat,
menghancurkan target sekali pukul serta mampu menghindar dari serangan
lawan dalam waktu singat pula," terang Purnomo.
Kapal yang
berukuran panjang 43 meter, lebar 7,40 meter dan berat 250 ton ini,
tambah Purnomo memiliki sistim pendorong handal yang mampu berlayar dan
bermanuver dengan kecepatan 27 knot, serta memiliki daya tembak atau
hancur yang besar karena dilengkapi persenjaan rudal C-750.
"Kelebihan
kapal perang ini, dilengkapi dengan sistem persenjataan canggih berupa
sensor weapon control (Sewaco), meriam caliber 30 mm, 6 laras sebagai
close in weapon system (CIWS) serta meriam anjungan 2 unit caliber 20
mm," papar Purnomo.
Selain itu, kapal Clurit-641 KCR-40 ini mampu
menampung bahan bakar sampai 50 ton, air tawar 15 ton, 35 orang anak
buah kapal dan masih mampu memuat 13 personel pasukan Khusus.
"Kapal ini juga memiliki peralatan navigasi yang akurat, sehingga memberikan keyakinan keamanan bernavigasi," sebut Dia.
Begitu
juga dengan alat komunikasi, tambah Purnomo KRI Clurit-641 KCR-40 juga
sudah dilengkapi peralatan komunikasi yang mampu digunakan untuk
melaksanakan komunikasi antar kapal permukaan dan pesawat udara dalam
satu kesisteman. Sehingga diharapkan mampu memberikan efek deterrence
bagi pertahanan negara.
Editor : sihat