Rabu, 10 Juni 2026

Pembunuhan Sadis Istri Polisi

Mindo-Ampuang : Ada Misteri Dibalik Perkara Ini

Mindo - Ampuang : Ada Misteri Dibalik Perkara Ini

Tayang:
Laporan El Tjandring, wartawan tribunnewasbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Ampuang Situmeang, kuasa hukum AKBP Mindo Tampubolon mengatakan keluarga korban Putri Mega Umboh maupun keluarga suami korban AKBP Mindo Tampubolon menilai ada misteri dalam proses penyidikan perkara kematian Putri.

Tidak dilakukannya otopsi pada jasad korban saat awal penyidikan menjadi pertanyaan keluarga korban maupun keluarga suaminya. Kealpaan ini tidak perlu terjadi jika penyidik sejak awal serius untuk membuat perkara ini menjadi jelas.

"Keluarga tidak mungkin bisa menuntut pada saat itu karena masih dalam suasana duka. Kalau pertanyaannya kenapa sekarang baru keluarga baru pertanyakan itu ya, berduka membuat keluarga tidak dapat berpikir sejauh itu," ujar Ampuang, Kamis (28/7/2011).

Akibat dari tidak dilakukan otopsi sejak awal, kata Ampuang, akhirnya perkara ini jadi melebar ke mana-mana. Apalagi melebarnya hanya disebabkan oleh keterangan Ujang, tersangka yang sudah mengakui perbuatannya dan juga adalah seorang residivis.

Menurut Ampuang, sebagai seorang residivis, Ujang bisa saja sudah sangat terlatih untuk membuat cerita-cerita yang menjauhkan fakta. Terlebih lagi materi ucapan Ujang yang tertuang dalam BAP tersebut diumumkan secara gamblang melalui media massa oleh mereka yang berkompeten.

"Keluargan menilai ini adalah suatu bentuk pembentukan opini. Opini ini sengaja dilemparkan ke publik untuk agar publik menilai siapa yang ada dibalik peristiwa ini. Padahal itu belum tentu benar karena cerita datang dari mulut Ujang yang dalam BAP awalnya sudah membuat pengakuan yang berbeda," terang Ampuang.

Hal inilah yang membuat keluarga menjadi resah sehingga menunjuknya untuk mendampingi Mindo. "Apalagi muncul kecurigaan-kecurigaan baru, seperti soal janin, darah dan wanita lain, yang membuat keluarga semakin resah," tambahnya.

Namun menurut Ampuang, semua yang terjadi itu, merupakan bagian dari proses penyidikan. Otopasi sudah dilakukan oleh pihak kepolisian dan sehingga pihaknya dan kliennya akan menunggu hasilnya.

Ampuang menyebut, klienya sudah diperiksa oleh penyidik pada Jumat (22/7) lalu. Penyidik perkara ini bahkan mendatangkan psikolog khusus dari Mabes Polri untuk membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan kepada kliennya. 
"Saat dimintai keterangan, klien saya menjawab semua pertanyaan dengan mantap. Tidak ada tanda keragu-raguan saat pak Mindo menjawab semua pertanyaan itu," tambahnya.

Satu hal lagi yang menjadi pertanyaan keluarga adalah darah yang diambil penyidik saat meminta keterangan darei kliennya. Darah klien itu seharusnya dikawal saat dikirim untuk diperiksa ke Labforensik di Surabaya.

"Yang jadi pertanyaannya apakah dari yang dikirim itu darah klien saya atau bukan, karena pengirimannya mendadak, Jumat diambil, Sabtu dikabarkan untuk dikirim dan Minggu dikirim. Sehingga kami maupun keluarga tidak punya kesempatan untuk mengawalnya," paparnya.

Ampuang mengatakan bahwa sebagai seorang pengacara tugasnya juga bukan untuk membuat suatu perkara menjadi gelap, tapi juga membuat perkara ini menjadi jelas. Dan selama mendampingi kliennya, dia tidak mempunyai alasan untuk meragukan setiap keterangan yang disampaikan oleh Mindo. (elc)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved