Rabu, 10 Juni 2026

Batam LOI dengan Korsel

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan bersama Wali Kota Gimje Korea Selatan telah melakukan penandatangan kerjasama dalam bentuk Letter Of Intens (LOI).

Tayang:


Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Wali Kota Batam Ahmad Dahlan bersama Wali Kota Gimje Korea Selatan telah melakukan penandatangan kerjasama dalam bentuk Letter Of Intens (LOI).

Penandatanga yang dilakukan di Gimje, Korea Selatan pada 28 September 2011 lalu, tersebut berisikan lima point yakni Pariwisata, Pertanian, Pengembangan Industri, Ketenagakerjaan, dan Pendidikan.

"Kami sepakat untuk sama-sama saling membantu antara satu kota dengan yang lain," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan saat ditemui Tribunnews Batam di Sekupang, Selasa (4/10/2011).

Menurut Dahlan, kunjungannya selama enam hari tersebut sebagai tindak lanjut kunjungan dan pertemuan dengan pejabat-pejabat Gimje sejak setahun lalu.

Melalui perjanjian kerjasama ini, Pemerintah Kota Batam ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisman dari Korea. Karena wisatawan asal Korea saat ini berada di peringkat ke tiga setelah Singapura dan Malaysia.

Serta meningkatkan rata-rata lama kunjungan yang saat ini baru sekitar 2,3 hari.

"setelah Korea, kita akan menjajal ke Jepang dan Taiwan. Karena bagi saya 1,2 juta (kunjungan wisman) itu masih rendah. Target kami sampai 1,3 juta," kata Dahlan.

Untuk mewujudkan itu, Pemko akan kembangkan wisata pantai dan laut. Serta wisata kampung tua. Karena sebagian besar warga Korea dan asia lainnya lebih menyukai wisata alam.

Dari bidang pertanian, Batam akan belajar bagaimana memanfaatkan lahan yang terbatas untuk pengembangan pertanian. Karena perkembangan pertanian di Gimje sangat baik.

"Gimje itu dulunya kering karena airnya sedikit. Tiga puluh tahun terakhir bangkit pertaniannya luar biasa," kata Dahlan.

Mengingat kebutuhan pertanian yang besar di Batam, dan baru 30 persen bisa dipenuhi lokal. Maka perlu belajar bagaimana kembangkan pertanian di lahan terbatas.

Sehingga ditargetkan dalam 10-20 tahun ke depan, kebutuhan pertanian di Batam tidak lagi tergantung dari daerah luar.

Di bidang industri, Batam perlu pengembangan daerah di tanah reklamasi seperti yang dilakukan Gimje. Karena sampai sekarang HPL Barelang belum diserahkan. Padahal banyak investor yang sudah menanyakan lahan untuk menanamkan usahanya di Batam.

Saat ini Gimje butuh banyak tenaga kerja untuk ditempatkan di bidang pertanian dan industri. Selama ini mereka mendapat tenaga kerja dari Bangladesh dan Philipina.

Oleh karena itu, Batam bisa membuat pusat-pusat pelatihan bagi tenaga kerja untuk dikirimkan ke sana.

"Tapi ini memang kewenangan pusat. Harusnya G to G (antar negara)," kata Dahlan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved