Citizen-journalism

Bus Tetap Berjalan Walau Mesin Mati

Citizen Journalizm, Waktu luang semasa berada di Madinah kami manfaatkan untuk melihat panorama kota penting nomor dua setelah Mekah

Bus Tetap Berjalan Walau Mesin Mati
IST
berfoto bersama di Madina
Citizen Journalism, Heri Setia dari Madinah

Waktu luang semasa berada di Madinah kami manfaatkan untuk melihat panorama kota penting nomor dua setelah Mekah. Di kota ini kami menyempatkan diri ke area wisata yang disebut Jabal Magnet.
Masyarakat Madinah menyebutnya kawasan tersebut dengan Manthaqotul Baido (tanah putih).

Menuju ke lokasi yang dimaksud, kami pun harus mengeluarkan uang sebesar 15 riyal per orang.  Dengan menggunakan bus berkapasitas sekitar 45 orang tersebut, langsung bergerak menuju tancap gas meninggalkan lokasi pemondokan dan menuju Jabal Magnet.

Selama dalam perjalan, kami diajak berwisata ke tiga tujuan, yang pertama adalah Jabal Magnet, Pasar Kurma, dan yang terakhir ke percetakan Al-Qur'an.

"Jujur saya sangat tidak sabar untuk meliht-lihat lokasi tersebut"

Dalam perjalan pemandangan kota tua ini pun tampak khas dengan bangunan dan bebukitan yang kering dan tampak tandus. Namun, dipinggiran jalan pohon kurma tampak begitu rindang. Ya, begitulah pemandangan di negaranya King Abdul Aziz ini.

Jabal Magnet, merupakan area wisata baru dan yang membuat saya penasaran adalah tentang bis yang bisa tetap berjalan tanpa mesin. Jarak Jabal Magnet ini sekitar 50 kilometer dari masjid Nabawi atau pusat kota di Madinah. Lumayan juga jarak tempunya, tetapi cukup sayang untuk dilewati.

Begitu sampai di sekitar area Jabal Magnet, sopir pun mematikan mesin busnya. Jarak kami dengan gunung yang memiliki maknet itu sekitar 10 kilo meter. Posisi porseneling dari bus itu juga dalam posisi netral.

Alangkah herannya kami. Awalnya kami tidak mempercayainya, namun ini menjadi kenayataan, dimana Bis yang kami tumpangin bisa melaju meski mesin mobil di matikan, dan bergerak secara perlahan. Bahkan, makin lama makin kencang. Perkiraan saya, sampai 80 kilometer perjam. Bahkan, sewaktu-waktu sopirpun harus mengerem bus itu agar tidak meluncur deras.

Bukit yang menjadi tujuan ini sebenarnya sama dengan bukit di kebanyakan tempat di Saudi Arabia. Bebatuan cadas mendominasi bukit-bukit tersebut.

Menurut informasi, hampir setiap bukit itu memiliki daya magnetik namun Jabal Magnet adalah yang memiliki daya magnet terkuat. Atas hal ini, hanya bisa takjub dengan kalimat "subhanallah, Allahu akbar."

Di sana kami sempatkan untuk berfoto-foto bersama secara bergantian dengan mengambil lokasi yang menurut kami strategis. Tentu yang menjadi backgruoundnya adalah bukit yang kini mulai terkanal dikalangan jamaah haji atau wisatawan yang datang ke Madinah. Memang Jabal Magnet ini tidak seterkenal dengan Jala Nur atau tempat lain yang menjadi tempat-tempat bersejarah dalam perjalanan Islam yang bawakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Meskipun demikian, Jabal Magnet ini telah menunjukkan kebesaran Allah. Salam dari Madinah.

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved