Ribut-Ribut UMK 2012

Inilah Kronologi Rusuh Buruh Versi Mabes Polri

Inilah Kronologi Rusuh Buruh Versi Mabes Polri

Laporan Tribunnws.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Demonstrasi ribuan buruh yang berunjuk rasa di Batam, Kepri, sejak Kamis (23/11/2011), berubah menjadi aksi anarki, dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum, tak terkecuali pos polisi. Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Dari laporan petugas lapangan, Saud selaku juru bicara Polri menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Menurut Saud, aksi rusuh buruh pada Kamis, bermula saat buruh berunjuk rasa dengan tuntutan kenaikan upah minimum kota (UMK) 2012, sejak Rabu (23/11/2011). Dan unjuk rasa tersebut berlanjut pada hari berikutnya.

Pada pukul 06.00 WIB, sekitar 6 ribu buruh berkumpul di alun-alun kota dan bergerak ke kantor Walikota Batam. "Dari perkiraan massa ada 6000 orang itu terdiri dari ikatan buruh Kota Batam, SPSI, KSBSI," ujar Saud.

Setiba di kantor Walikota Batam, sempat terjadi negosiasi antara pihak pemerintah kota batam dengan massa buruh. Namun, dari negosiasi itu, tuntutan buruh belum mendapat respon dari pihak Pemerintah Kota Batam.

Akibatnya, ada sejumlah orang dari kelompok buruh yang melakukan provokasi yang membuat situasi memanas. Situasi makin memanas setelah ada pelemparan batu ke arah petugas Satpol PP yang berjaga di kantor Walikota hingga terjadi aksi saling lempar batu.

"Diawali pertama ada ptugas Satpol PP terkena lemparan dan terluka di bagian badan dan muka," jelasnya.

Melihat situasi makin memanas seperti itu, anggota Polda Kepri yang di bantu dari Polresta Barelang, dan Brimob Polda Kepri yang sejak awal mengawal aksi unjuk rasa buruh itu mengambil tindakan tegas dengan melepaskan beberapa kali tembakan peringatakan ke udara untuk memecah konsentrasi massa buruh di depan kantor Walikota.

Sesaat, massa buruh terpukul mundur dan bergerak pulang.

Namun, dalam perjalanan pulang itu, ternyata massa buruh melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pembakaran terhadap pos polisi dan pelemparan pada mobil-mobil yang melintas di jalan.

Menyaksikan aksi anarkis tersebut, polisi kembali melepaskan tembakan peringatan hingga tembakan ke arah massa buruh dengan peluru karet.

Sejumlah orang dari pihak buruh, polisi, Satpol PP, dan warga sipil biasa mengalami luka terkena lemparan batu dan peluru karet akibat rangkaian kejadian tersebut.

Namun, saat ini situasi di lokasi rusuh massa buruh tersebut telah kembali kondusif, dengan tetap dijaga sejumlah aparat kepolisian.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved